Home
Login.
Artikelilmiahs
34860
Update
KUSDIANA RISKA LESTARI
NIM
Judul Artikel
Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Konsumen Terhadap Pembelian Buah Durian Kromo Banyumas Di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecamatan Kemranjen menjadi sentra buah dan bibit durian di Kabupaten Banyumas yang memiliki varietas unggul yaitu durian Kromo Banyumas. Buah ini memiliki prospek yang dapat menghimpun pendapatan asli daerah. Varietas buah durian Kromo Banyumas memiliki daging buah berwarna oranye, ukuran buah besar, rasa daging buah manis sedikit pahit dan tekstur daging buah yang pulen. Buah durian Kromo Banyumas memiliki variasi harga jual yang beragam. Oleh karena itu, dalam strategi penetapan harga jual sangat penting untuk diketahui seberapa besar kesediaan membayar konsumen atau Willingness to Pay (WTP) untuk mendapatkan buah durian Kromo Banyumas di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan karakteristik konsumen buah durian Kromo Banyumas, 2) menganalisis besarnya nilai rata-rata WTP maksimal yang bersedia dibayarkan konsumen untuk memperoleh buah durian Kromo Banyumas, dan 3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar konsumen buah durian Kromo Banyumas. Lokasi penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling karena Desa Alasmalang merupakan sentra bibit dan buah durian di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alasmalang pada bulan Maret sampai dengan Juli 2020. Metode pengambilan sampel secara sampling insidental dengan rumus Lemeshow. Jumlah sampel penelitian yaitu 96 orang yang dibulatkan menjadi 100 orang. Metode penelitian menggunakan metode wawancara, observasi dan pencatatan data. Data dianalisis menggunakan analisis desrkriptif, analisis rata-rata WTP, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik konsumen buah durian Kromo Banyumas di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas mayoritas dengan jenis kelamin laki-laki rata-rata usia antara 25 sampai dengan 35 tahun, pendidikan tertinggi adalah Sarjana, pekerjaan sebagai pegawai swasta, memiliki pendapatan rata-rata per bulan sebesar Rp4.000.000 sampai dengan Rp6.000.000 per bulan, kemudian status didominasi oleh konsumen belum menikah, memiliki jumlah anggota keluarga sebanyak dua hingga empat orang, dengan jumlah frekuensi pembelian dalam musim panen sebanyak sekali hingga tiga kali dan harga durian yang paling banyak dibeli sebesar Rp80.000 per kg tanpa kupas serta kualitas yang diperoleh nilai empat dari lima artinya konsumen buah durian Kromo Banyumas paling setuju dengan kualitas yang diperoleh. Nilai rata-rata kesediaan membayar (Willingness to Pay) konsumen yaitu sebesar Rp88.050 per kg tanpa kupas. Faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan membayar (Willingness to Pay) konsumen terhadap pembelian buah durian Kromo Banyumas adalah pendidikan dan pendapatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kemranjen District is the center of durian fruit and seeds in Banyumas Regency which has superior seed varieties, namely the Kromo Banyumas durian. This fruit has prospects that can collect local revenue. The Kromo Banyumas durian fruit variety has orange flesh, large fruit size, slightly bitter sweet flesh taste and fluffy flesh texture. Kromo Banyumas durian fruit has a variety of selling prices. Therefore, in the strategy of determining the selling price, it is very important to know how much consumers Willingness to Pay (WTP) to get Kromo Banyumas durian fruit in Alasmalang Village, Kemranjen District, Banyumas Regency. The objectives of this study are 1) to describe the characteristics of consumers of Kromo Banyumas durian, 2) to analyze the average value of the maximum WTP to obtain Kromo Banyumas durian fruit and 3) to determine the factors affect Willingness to Pay for Kromo Banyumas durian. The research location was determined using purposive sampling because Alasmalang Village is the center of durian plants and fruits in Banyumas Regency. This research was conducted in Alasmalang Village from March to July 2020. The sampling method was incidental sampling with the Lemeshow formula. The number of research samples is 96 people and rounded up to 100 people. The research method uses interviews, observation and data recording. Data were analyzed using descriptive analysis, average WTP analysis, and logistic regression analysis The results showed that the consumer characteristics of the Kromo Banyumas durian fruit in Kemranjen District , Banyumas Regency were majority male with an average age of 25 to 35 years, the highest education was Bachelor, a job as a private employee, had an average income per month of Rp4.000.000 to with Rp6.000.000 per month, then the status is dominated by unmarried consumers, having two to four family members, with the frequency of purchasing in the harvest season as much as once to three times and the price of durian is the highest purchased for Rp80.000 per kg without peeling and the quality obtained is four out of five, meaning that Kromo Banyumas durian consumers most agree with the quality obtained. The average value Willingness to Pay (WTP) of consumers, which is Rp88.050 per kg without peeling. The factors that influence consumer Willingness to Pay of Kromo Banyumas durian fruit are education and income.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save