Home
Login.
Artikelilmiahs
34744
Update
LIDYA INAR RIYANTI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KETERSEDIAAN SANITASI DASAR, PRAKTIK KEBERSIHAN IBU, RIWAYAT PENYAKIT DIARE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA : SYSTEMATIC REVIEW
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, meliputi aspek sanitasi dasar (air bersih, jamban sehat, SPAL, dan pengelolaan sampah rumah tangga) dan praktik higiene. Faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi terhadap faktor risiko langsung kejadian stunting seperti riwayat penyakit diare pada balita. Pravelensi balita stunting nasional pada tahun 2019 sebesar 27,67%, bersasarkan data World Bank tahun 2020 menunjukan, bahwa pravelensi stunting Indonesia berada pada urutan ke 115 dari 151 negara di dunia, dan prediksi angka pravelensi stunting di Indonesia tahun 2020 diperkirakan turun menjadi 26,92%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor tersebut dengan kejadian stunting balita. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan dengan desain Systematic Riview (SR). Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Pencarian artikel penelitian dilakukan menggunakan elektronik database. Kriteria Inklusi : menjelaskan faktor Ketersediaan Sanitasi Dasar, Praktik kebersihan ibu, dan Riwayat Penyakit Diare, desain studi observasional, tahun publikasi 2016-2021. Menggunakan, PICOS Systematic Review, dan Prisma flow diagram dalam menyeleksi literasi yang akan ditelaah. Hasil Penelitian : Penelitian ini berdasarkan 28 artikel yang ditelaah, paling banyak dengan tahun publikasi pada tahun 2019, serta dengan desian penelitian Case Control, selain itu wilayah lokasi penelitian banyak dilakukan di Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten. Hasil telaah menunjukan bahwa faktor Jamban Keluarga, Air Bersih, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL), Pengelolaan sampah rumah tangga, Praktik kebersihan ibu, dan Riwayat Penyakit Diare berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia dengan faktor resiko yang paling berhubungan adalah faktor kualitas sarana sanitasi dengan OR= 31,875. Kesimpulan : Sanitasi dasar (air bersih, jamban sehat, SPAL, pengelolaan sampah rumah tangga) dan praktik kebersihan ibu, dan riwayat penyakit diare memiliki hubungan yang siginifikan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia, apabila faktor tersebut tidak memenuhi syarat strandar kesehatan maka resiko terjadinya stunting pada balita meningkat. Peningkatan upaya promosi kesehatan dan kerjasama serta koordinasi lintas sektoral antar tingkatan pemerintah hingga desa agar adanya keselarasan program sehingga kejadian stunting dapat dicegah. Kata Kunci : Stunting, Sanitasi, Higiene, Diare, Balita, Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Environmental factors are one of the factors that influence the incidence of stunting, including aspects of basic sanitation (clean water, healthy latrines, sewage disposal, and household waste management) and hygiene practices. These factors are interrelated and influence the direct risk factors for stunting, such as a history of diarrheal disease in toddlers. The national prevalence of stunting under five in 2019 was 27.67%, based on World Bank data in 2020 showing that the prevalence of stunting in Indonesia is at 115th out of 151 countries in the world, and the prediction of stunting prevalence in Indonesia in 2020 is estimated to decrease to 26. 92%. This study aims to determine the relationship between these factors and the incidence of stunting in children under five. Metodology : The type of research used is library research with a Systematic Review (SR) design. Methods of data collection using the method of documentation. Research article searches were conducted using an electronic database. Inclusion Criteria: explain the factors of Basic Sanitation Availability, Maternal hygiene practices, and history of diarrheal disease, observational study design, 2016-2021 publication year. Using, PICOS Systematic Review, and Prisma flow diagrams in selecting literacy to be studied. Result : This research is based on 28 articles that have been reviewed, most of them with the year of publication in 2019, as well as with a Case Control research design, besides that the research location areas are mostly carried out in Kelurahan, Subdistrict, and Regency. The results of the study show that the factors of family latrines, clean water, sewage disposal, household waste management, maternal hygiene practices, and a history of diarrheal disease are associated with the incidence of stunting in children under five in Indonesia with the most related risk factor being the quality of facilities. sanitation with OR = 31,875. Conclusion : Basic sanitation (clean water, healthy latrines, sewage disposal, household waste management) and maternal hygiene practices, and a history of diarrheal disease have a significant relationship with the incidence of stunting in children under five in Indonesia. if these factors not eligible of health standards, the risk of stunting in toddlers increases. Increased health promotion efforts and cross-sectoral collaboration and coordination between government and village levels so that there is program alignment so that stunting events can be prevented. Keywords : Stunting, Sanitation, Hygiene, Diarrhea, Under-five child, Indonesia
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save