Home
Login.
Artikelilmiahs
34690
Update
BAYU SUNDARA
NIM
Judul Artikel
PERAN UNITED NATIONS WOMEN DALAM MENGHAPUS DISKRIMINASI PADA PEREMPUAN DI AFGHANISTAN BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL (2010 sampai dengan 2016)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kemunculan Taliban pada 1994 dan kedudukannya di Afghanistan sejak 1996 sampai 2001 menjadi awal dari penderitaan masyarakat Afghanistan terutama bagi perempuan-perempuan Afghanistan. Ideologi Taliban dimanifestasikan ke dalam aturan-aturan yang mendiskriminasi perempuan dan menempatkan perempuan pada posisi yang sangat rentan. Bentuk-bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, seksual, dan verbal, serta pembatasan yang sangat ketat bagi perempuan-perempuan Afghanistan untuk terlibat dalam berbagai hal merupakan contoh diskriminasi. Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk United Nations Women pada 2010 sebagai badan yang berfokus pada penegakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. United Nations Women mulai bekerja di Afghanistan pada 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan United Nations Women di dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengetahui perannya dalam menghapus diskriminasi pada perempuan di Afghanistan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode yuridis normatif, dengan pendekatan masalah yaitu pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Metode analisa data yang digunakan adalah normatif kualitatif. United Nations Women dibentuk oleh Majelis Umum dan berkedudukan sebagai salah satu badan subsider PBB. United Nations Women resmi bekerja di Afghanistan pada 2010 ditandai dengan terbentuknya United Nations Women Afghanistan Country Office (ACO). Melalui kegiatan kerja sama dengan pemerintah Afghanistan pada 2011 dan program-program yang dilakukan pada 2014 sampai 2016, UN Women telah meningkatkan angka keberdayaan perempuan beserta angka keterlibatan perempuan dalam kegiatan-kegiatan yang penting, dan menurunkan angka diskriminasi termasuk kekerasan pada perempuan di Afghanistan yang cukup signifikan. Perempuan Afghanistan memiliki daya yang lebih besar untuk menjalani kehidupan sebagai seorang manusia yang bebas dari diskriminasi dan meningkatkan kesadaran laki-laki serta masyarakat Afghanistan pada umumnya akan pentingnya kesetaraan gender bagi kemanusiaan, terutama perempuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The emergence of the Taliban in 1994 and its position in Afghanistan from 1996 to 2001 became the beginning of the suffering of Afghan society, especially for Afghan women. The ideology of the Taliban was manifested in regulations that discriminated against women and placed women in a very vulnerable position. Forms of violence such as physical, sexual, and verbal violence, as well as very strict restrictions on Afghan women from engaging in various activities were examples of discrimination. The United Nations established United Nations Women in 2010 as a body focused on upholding gender equality and women’s empowerment. United Nations Women started working in Afghanistan by 2010. The purposes of this research were to find out the position of United Nations Women in the United Nations system and to find out their role to eliminate discrimination against women in Afghanistan. The approach method used was normative juridical method, and the approach used was statutory approach and case approach. The data analysis method used was normative qualitative. United Nations Women was formed by the General Assembly and served as one of the subsidiary organs in the United Nations. United Nations Women officially worked in Afghanistan in 2010 marked by the formation of the United Nations Women Afghanistan Country Office (ACO). Through collaborative activities with the Afghan government in 2011 and programs carried out from 2014 to 2016, UN Women had significantly increased the number of women's empowerment and the number of women's involvement in important activities, and reduced the number of discrimination including violence against women in Afghanistan. Afghan women had greater power to live as human beings free from discrimination and raised awareness of men and Afghan society in general about the importance of gender equality for humanity, especially for women.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save