Home
Login.
Artikelilmiahs
34547
Update
LUFI ADINITA ANJALI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH DOSIS DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN BAHAN ORGANIK CAIR (BOC) URINE KELINCI PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae Alboglabra)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman kailan merupakan salah satu tanaman dari suku kubis-kubisan yang memiliki nilai jual dan permintaan pasar yang tinggi. Akan tetapi, permintaan pasar yang tinggi tidak diiringi dengan produksi yang tinggi. Produksi tanaman kailan masih terbilang rendah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan produksi kailan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kailan yaitu dengan pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan menggunakan bahan organik dengan tujuan untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Bahan organik yang dapat digunakan diantarnya adalah urine kelinci. Penggunaan bahan organik cair sebagai pupuk perlu memperhatikan dosis dan interval waktu pemberiannya. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan perlakuan faktorial (3 × 2) + kontrolyang disusun dalam RAKL. Faktor pertama dosis BOC urine kelinci yaitu 125, 250, dan 375 ml/tanaman. Faktor kedua interval waktu pemupukan, yaitu 3 dan 7 hari sekali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5%, apabila terdapat keragaman maka dilanjutkan dengan uji BNT-Dunnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan dengan BOC urine kelinci berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk kering, bobot tanaman segar dan bobot tanaman kering serta hasil tanaman yang berupa bobot tajuk segar apabila dibandingkan dengan kontrol. Meskipun demikian, perlakuan variasi dosis belum dapat memberikan perbedaan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Interval waktu pemupukan dengan BOC urine kelinci tidak berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, tidak diperoleh kombinasi yang baik antara perlakuan dosis dengan interval waktu pemberian BOC urine kelinci terhadap tanaman kailan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kailan is one of the plants from the cabbage clan that has a high selling value and market demand. However, high market demand is not accompanied by high production. Production of kailan is still relatively low. Therefore, it is necessary to increase the production of kailan. The efforts that can be made to increase kailan production are fertilization. Fertilization can be done using organic matter with the aim of increasing soil fertility and health. The organic material that can be used is liquid organic matter from rabbit urine. The use of liquid organic matter as fertilizer needs pay attention in dose and time interval of fertilization.This research was a pot experiment with factorial treatment (3 × 2) + control arranged in RCBD. The first factor was rabbit urine LOM dose, namely 125, 250, and 375 ml/plant. The second factor was the fertilization time interval, namely 3 and7 days. The data obtained were analyzed using the F test at 5% error level, if there was diversity then continued with LSD-Dunnet test. The results showed that fertilizaton with LOM of rabbit urine had an effect on plant growth, namely on plant height, number of leaves, leaf area, fresh root weight, dry root weight, dry crown weight, fresh plant weight, dry plant weight and plant yield of the fresh crown weight when compared to control. However, the treatment with varying doses was not able to make a difference to plant growth and yield. The time interval of rabbit urine LOM fertilization had no effect on plant growth and yield. In addition, there was no good combination between the doses and time intervals of rabbit urine LOM fertilzation to kailan plant.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save