Home
Login.
Artikelilmiahs
3395
Update
NALIA ANGGRAINI
NIM
Judul Artikel
PENENTUAN KEMUNDURAN MUTU DAN UMUR SIMPAN KERIPIK SINGKONG GORENG PASIR, KERIKIL, DAN MINYAK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Persediaan minyak goreng yang tidak sesuai dengan jumlah yang dikonsumsi menyebabkan harga minyak goreng melambung di pasaran. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini melakukan inovasi untuk menggoreng keripik singkong menggunakan media penghantar panas non minyak, yaitu pasir dan kerikil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan kadar air dan perubahan mutu produk selama proses penggorengan dan selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga jenis media konduktif (pasir, kerikil, dan minyak), dan tiga suhu penggorengan (1600C, 1700C, dan 1800C). Variabel dalam penelitian ini adalah perubahan kadar air selama proses penggorengan keripik singkong, perubahan kadar air selama penyimpanan 30 hari, nilai serapan minyak, nilai tegangan selama penyimpanan, dan analisis ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar air akhir keripik singkong setelah digoreng adalah 3,56%, 3,88%, dan 3,40% bb, berturut-turut untuk keripik singkong goreng pasir, kerikil, dan minyak. Kadar air akhir keripik singkong setelah penyimpanan selama 30 hari adalah 5,77%, 6,59%, dan 5,38% bb untuk keripik singkong goreng pasir, kerikil, dan minyak. Pendugaan waktu keripik singkong hingga mencapai kadar air kritis 6% bb adalah 31, 22, dan 33 hari untuk keripik singkong goreng pasir, kerikil, dan minyak. Biaya variabel untuk memproduksi keripik singkong yang digoreng menggunakan pasir lebih murah jika dibandingkan digoreng dengan minyak yaitu 50% dari biaya penggorengan menggunakan minyak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Cooking oil supplies which can not correspond to the amount consumption makes the prices is very high in the market. Based on this background this research was conducted to innovate frying of cassava chips using non-oil heat conductive medium: the sand and gravel. The purpose of this study was to determine the changes in moisture content and the changes in the quality of products during the frying process and during storage. This research was conduct by three kind of conductive media (sand, gravel, and oil), and three level of frying temperature (160 0C, 170 0C and 180 0C). The variable in this study was the change in the moisture content of cassava chips during the frying process, changes in the moisture content during 30 days of storage, the oil absorption value, stress value during storage, and economic analysis. The results of this study indicated the final moisture content of cassava chips during the frying process was 3.56%, 3.88%, and 3.40% bb, respectively for cassava chips fried with sand, gravel, and oil. Final moisture content of cassava chips during storage for 30 days was 5.77%, 6.59%, and 5.38% for cassava chips fried sand, gravel, and oil. Prediction time for cassava chips to reach the critical moisture content of 6% bb was 31, 22, and 33 days for cassava chips fried with sand, gravel, and oil. Total variabel cost of cassava chips fried using sand was 50% less then that fried with oil.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save