Home
Login.
Artikelilmiahs
3392
Update
NURI ASTRIA
NIM
Judul Artikel
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Modal Kerja Dan Kredit Investasi Bank Umum Kepada UMKM Di Kabupaten Banyumas (Periode 2006 - 2010)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sektor riil khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Persoalan yang sering dialami sektor riil ini mengenai masalah modal. Struktur permodalan yang bersumber dari kredit perbankan, khususnya kredit modal kerja dan kredit investasi, menjadi sangat penting bagi pengembangan usaha formal maupun informal di Kabupaten Banyumas. Di sisi lain pihak bank selalu berhati-hati untuk mengucurkan kredit karena menghindari kredit bermasalah. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loans (NPL), inflasi dan BI rate terhadap pertumbuhan penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan sensitivitas Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Loans (NPL), Tingkat Inflasi dan Bank Indonesia rate (BI rate) terhadap penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi bank umum kepada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas secara bersama-sama dan secara parsial. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dalam lingkup regional di wilayah Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan merupakan data sekunder runtut waktu yang bersumber dari laporan tahunan Bank Indonesia selama periode 2006-2010. Untuk pembuktian hipotesis digunakan analisis regresi linier berganda dan untuk menguji sensitivitas setiap variabel bebas digunakan analisis elastisitas. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan KMK dan KI terbukti secara bersama-sama dipengaruhi oleh BI Rate, Inflasi, Non Performing Loans (NPL) dan Dana Pihak Ketiga (p < 0.05). Namun demikian secara parsial, pengaruh dari masing-masing variabel tersebut terhadap jenis kredit tertentu terbukti berbeda, kecuali untuk DPK karena berpengaruh signifikan terhadap kedua jenis kredit tersebut. Faktor inflasi terbukti sensitif dalam penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan momok baik nasabah maupun pihak otoritas perbankan dalam masalah inflasi sehubungan dengan penyaluran kredit. Implikasi dari kesimpulan di atas bahwa penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil dan menengah sebaiknya dalam bentuk kredit dengan plafon kecil dan tingkat suku bunga yang rendah. Bagi bank-bank umum di Kabupaten Banyumas lebih selektif dalam pemberian kredit modal kerja dan kredit investasi kepada nasabah. Untuk mengatasi inflasi tak terkendali, bank umum dapat menaikkan suku bunga tabungan agar masyarakat tertarik menyimpan uangnya di bank sehingga aset-aset yang dimiliki oleh bank tetap berada dalam kisaran yang cukup tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The real sector especially Micro Business, small and medium enterprises play an important role in economic growth. The issue that is common to the real sector is the issue of capital. Capital structure that originates from bank loans, particularly working capital loans and investment loans be very important for the development of formal and informal in Banyumas. Meanwhile the bank has been careful to disburse loans because it avoids the credit crunch. Based on the researchers interested in conducting research on the influence of Third Party Funds (DPK), Non Performing Loans (NPL), inflation and BI rate on Working Capital Loan growth and distribution of investment credit in Banyumas. This study aims to determine the effect of and sensitivity of Third Party Funds (DPK), Non Performing Loans (NPL), Inflation rate and Bank Indonesia rate (BI rate) on working capital loans of commercial banks to Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) in Banyumas Regency, wholly and partially. The research was conducted in Indonesia regional scope at the district of Banyumas. Secondary data of time series are used in this research derived from sequential time Bank Indonesia's annual report for 2006-2010. To prove the hypothesis used multiple linear analyses and to test the sensitivity of each independent variable used elasticity analysis. Base on the data analysis have conclusions that BI Rate, Inflation, Non Performing Loans (NPL) and Third Party Funds have significance effect on Credit of Working Capital and Investment Credit, wholly and partially (p < 0.05). In the partially effect, have significance effect on Credit of Working Capital and Investment Credit, expire Third Party Funds. The inflation factor has sensitive on credit lending. This suggests the specter of both customers and the banking regulatory authority is the problem of inflation with respect to lending. Base on the conclusions can suggested that lending to micro, small and medium enterprises should be in the form of small loans to the ceiling and low interest rates. For commercial banks in Banyumas more selective in granting loans for working capital and investment loans to customers. The commercial bank should be meet to solved this inflation, so that people interested in saving money in the bank.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save