Home
Login.
Artikelilmiahs
33898
Update
SHINTA ANITA DEWI
NIM
Judul Artikel
KEPADATAN JUVENIL UDANG WINDU (Penaeus monodon, Fabricus 1798) DI PERAIRAN PANTAI TELUK PENYU, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perairan Teluk Penyu Cilacap merupakan daerah penangkapan ikan komersil termasuk jenis udang - udangan dan udang merupakan salah satu target utama penangkapan oleh nelayan. Wilayah perairan pantai diketahui sebagai daerah pembesaran stadia larva dan juvenil karena kondisi oseanografi perairan yang mendukung pertumbuhan biota stadia tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan juvenil udang windu (Penaeus monodon, Fabricus 1798) dan hubungannya dengan parameter oseanografi di perairan pantai Teluk Penyu Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Juvenil udang windu dikoleksi menggunakan jaring arad dengan panjang head rope 12 meter, panjang jaring 15 meter, lebar mata sayap 2,5 inchi, body jaring 0,5 inchi, dan kantong 0,4 inchi. Kepadatan juvenil udang windu dianalisis dengan modifikasi metode swept area dan hubungan kepadatan juvenil udang windu dengan parameter oseanografi perairan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Kepadatan rata-rata juvenil udang windu (P. monodon) di perairan pantai Teluk Penyu Cilacap diperoleh 8 ind/1000m² dan kepadatan tersebut termasuk kriteria rendah. Temperatur dan salinitas diperoleh korelasi yang tinggi terhadap kepadatan juvenil udang windu (P. mododon), kecerahan dan kedalaman diperoleh korelasi sedang. Sedangkan pH tidak berpengaruh terhadap kepadatan juvenil udang windu karena konstan. Parameter yang paling berpengaruh terhadap kepadatan juvenil udang windu adalah temperatur dan salinitas perairan. Berdasarkan kriteria tersebut maka perlu dilakukan pengelolaan terhadap perikanan udang windu di perairan Teluk Penyu Cilacap.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Teluk Penyu of Cilacap waters is commercial fishing areas, including shrimp and shrimp is one of the fishing targets by fisherman. The coastal waters area is known as a rearing area for larval and juvenile stages due to the oceanographic conditions of the waters that support the growth of these biota stages. The purpose of this study was to determine the density of tiger prawn juvenile and its relationship to the oceanographic parameters in the coastal waters of Teluk Penyu Cilacap. This research was conducted in December 2020. Juveniles of tiger prawns were catched using small trawl with a head rope length of 12 m, net length 15 m, wing mesh 2.5 inch, belly mesh 0.5 inch, and ended mesh wide 0.4 inch. The density of tiger prawn juvenile analyzed using a modified of swept area method and the relationship between tiger prawn density to oceanographic analyzed by simple linear regression. The average density of tiger prawns (P. monodon) juvenile in the coastal waters of Teluk Penyu Cilacap was obtained 8 ind/1000m² the condition indicate that the density was found low of criteria. Temperature and salinity were found high correlation to the density of tiger prawns (P. mododon) juvenile. Brightness and depth had moderate correlation to the density of tiger prawn juvenile. Meanwhile, the constand value of pH was not affect to the density. The parameters that most influence to the density of tiger prawn juveniles were temperature and salinity. Based on the value and criteria of the density, it is need to manage the tiger prawn fishery in the Teluk Penyu waters of Cilacap.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save