Home
Login.
Artikelilmiahs
33860
Update
FITRIANA
NIM
Judul Artikel
Translation Techniques and Readability of Imperative Sentences in The Subtle Art of Not Giving a Fuck by Mark Manson
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik-teknik penerjemahan dan tingkat keterbacaan kalimat-kalimat imperatif dalam The Subtle Art of Not Giving a Fuck by Mark Manson. Penelitian ini menggunakan teori teknik-teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002) dan penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan, Nuraeni, and Sumardiono (2012). Data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat imperatif yang ditemukan baik dalam buku versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Sementara sumber data dalam penelitian ini adalah buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck by Mark Manson dan versi terjemahannya Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. Penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, ditemukan 3 jenis-jenis kalimat imperatif yakni command 44 data (57,14%), direction 21 data (27,27%) dan prohibition 12 data (15,59%). Kedua, ditemukan amplification technique 22 data (28,58%), established equivalent 20 data (25,97%), literal translation 12 data (15,59%), reduction 9 data (11,69%), transposition 8 data (10,38%), and modulation 6 data (7,79%). Teknik yang paling banyak digunakan adalah amplification technique karena kalimat-kalimat imperatif dalam buku ini memiliki banyak makna implikasi yang tak disebutkan dalam bahasa sumber. Ketiga, ditemukan bahwa high readability adalah tingkat keterbacaan kalimat imperatif yang paling dominan ditemukan. Dalam penelitian ini, teknik-teknik penerjemahan tertentu seperti amplification, established equivalent, literal translation dan reduction sebagai empat teknik teratas yang banyak ditemukan memengaruhi hasil terjemahan dan juga tingkat keterbacaan. Sebagai contoh, data 14 yang diterjemahkan dengan teknik amplification memperoleh skor sempurna yakni 3 dari para responden karena terjemahannya mudah untuk dipahami. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teknik-teknik penerjemahan yang diaplikasikan mempengaruhi tingkat keterbacaan hasil terjemahan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the translation techniques and the readability of imperative sentences in The Subtle Art of Not Giving a Fuck by Mark Manson. This study was conducted by applying a theory of translation techniques by Molina and Albir (2002) and translation quality assessment by Nababan, Nuraeni, and Sumardiono (2012). The data in this study are the imperative sentences found both in English and Indonesian. While the source of data in this study is the book The Subtle Art of Not Giving a Fuck by Mark Manson and its translated version Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. This study shows that: first, there are 3 kinds of imperative sentence found, they are command 44 data (57,14%), direction 21 data (27,27%) and prohibition 12 data (15,59%). Second, 22 data (28,58%) of amplification technique, 20 data (25,97%) of established equivalent, 12 data (15,59%) of literal translation, 9 data (11,69%) of reduction, 8 data (10,38%) of transposition, and 6 data (7,79%) of modulation. The most frequently used technique is amplification since the imperative sentences in this book have the implication meaning that is not mentioned in SL. Third, the readability level of imperative sentences are mostly high readability. In this study, the certain techniques like amplification, established equivalent, literal translation and reduction as the top four techniques applied affect the translated version and also the degree of readability. For example, by applying amplification technique datum 14 got the perfect final score 3 by respondents since they are easy to understand the messages. Therefore, it can be concluded that the translation technique applied affect the level of readability of the translation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save