Home
Login.
Artikelilmiahs
33832
Update
RANY PUSPITASARI
NIM
Judul Artikel
Analisis Resepsi Khalayak Terhadap Kesetaraan Gender dalam film Mulan 2020
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Film Mulan menggambarkan kesetaraan gender oleh seorang wanita muda China yang cantik, ia tinggal di desa terpencil dimana para warga desa tersebut memiliki budaya dimana tugas perempuan hanyalah menjaga kehormatan keluarganya melalui pernikahan, mempunyai tata krama yang sopan sebagai seorang perempuan dan tidak boleh sembrono dalam bertindak. Sedangkan perilaku Mulan bertolak belakang dengan semua itu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemaknaan serta penerimaan khalayak dengan melihat latar belakang sosio kultural yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan analisis resepsi oleh Stuart Hall dalam mengetahui resepsi khalayak mengenai kesetaraan gender dalam film Mulan. Khalayak dalam penelitian ini merupakan audiens aktif dalam menyampaikan pemaknaan pesan yang telah disampaikan oleh media dengan berdasar pada pengalaman pribadi mereka. Pemaknaan serta penerimaan tersebut kemudian telah dibagi menjadi tiga kemungkinan posisi yaitu Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position, dan Oppositional Position. Peneliti mewawancarai informan melalui video call, informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya khalayak membenarkan serta menerima kesetaraan gender pada kehidupan nyata maupun pada film Mulan. Namun, khalayak menempatkan diri mereka pada posisi yang berbeda dalam memaknai kesetaraan gender itu sendiri
Abtrak (Bhs. Inggris)
The film Mulan depicts gender equality by a beautiful young Chinese woman, she lives in a remote village where the villagers have a culture where a woman's job is only to maintain the honor of her family through marriage, have polite manners as a woman and should not be reckless in acting. Meanwhile, Mulan's behavior is the opposite of all that. The purpose of this study is to determine the meaning and acceptance of the audience by looking at the existing socio-cultural background. This study uses a qualitative research method through a reception analysis approach by Stuart Hall in knowing the audience's reception about gender equality in the film Mulan. The audience in this study is an active audience in conveying the meaning of messages that have been conveyed by the media based on their personal experiences. The meaning and acceptance has then been divided into three possible positions, namely Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position, and Oppositional Position. Researchers interviewed informants through video calls, selected informants through purposive sampling technique which was then followed by Focus Group Discussion (FGD). The results show that the audience justifies and accepts gender equality in real life and in the film Mulan. However, audiences put themselves in a different position in interpreting gender equality itself.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save