Home
Login.
Artikelilmiahs
33387
Update
RESTI KRISTANTI
NIM
Judul Artikel
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten dengan potensi perikanan yang baik. Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Cilacap menjadikan mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Kecamatan dengan jumlah nelayan tertinggi berada di Kecamatan Cilacap Selatan. Hal tersebut disebabkan karena Kecamatan Cilacap Selatan yang berada di dekat pesisir Pantai Teluk Penyu sehingga membuat kecamatan tersebut sebagai penyokong total produksi ikan di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh biaya operasional, jumlah tenaga kerja, rentang waktu melaut, GT kapal dan PK kapal terhadap penerimaan bersih nelayan. Sampel pada penelitian ini adalah nelayan juragan yang mempunyai satu kapal dengan kapasitas muatan di bawah 10 GT di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode analisis yang digunakan merupakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian dan analisis yang diperoleh SPSS yaitu: (1) Biaya operasional berpengaruh negatif terhadap penerimaan bersih nelayan, (2) Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif terhadap penerimaan bersih nelayan, (3) Rentang waktu melaut berpengaruh positif terhadap penerimaan bersih nelayan, (4) GT kapal berpengaruh positif terhadap penerimaan bersih nelayan, (5) PK kapal berpengaruh positif terhadap penerimaan bersih nelayan. Implikasi pada penelitian ini yaitu apabila biaya operasional meningkat maka penerimaan bersih nelayan akan menurun, jika jumlah tenaga kerja meningkat maka penerimaan bersih nelayan akan meningkat, jika rentang waktu melaut nelayan meningkat maka penerimaan bersih nelayan meningkat, jika GT kapal meningkat maka penerimaan bersih nelayan meningkat dan jika PK kapal meningkat maka penerimaan bersih nelayan meningkat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cilacap Regency is a district with good fishery potential. Most of the people in Cilacap Regency make their livelihood as fishermen. The district with the highest number of fishermen is in South Cilacap. This is because South Cilacap located near the coast of Teluk Penyu Beach, makes the sub-district a supporter of the total fish production in Cilacap Regency. This research is a quantitative method research and has the aim to analyze the effect of operational cost, number of workers, working hours, vessel size (GT) and engine capacity (PK) on net fishermen income. The sample in this study is skipper fishermen who have one ship with a vessel size under 10 GT in South Cilacap, Cilacap Regency. The analytical method used is multiple linear regression using primary data collected through questionnaires. The results of the research and analysis obtained with SPSS are: (1) Operational cost has a negative effect on net fishermen income, (2) Number of workers has a positive effect on net fishermen income, (3) Working hours has a positive effect on net fishermen income, (4) Vessel size (GT) has a positive effect on the net fishermen income, (5) Engine capacity (PK) of the ship has a positive effect on the net fishermen income. The implication of this research is that if the operational cost increases, the net fishermen income will decreases, if the number of workers increases, the net fishermen income will increases, if the working hours of fishermen increases, the net fishermen income will increases, if the vessel size (GT) increases, the net fishermen income will increases and engine capacity (PK) of the ship increases, the net fishermen income increases.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save