Home
Login.
Artikelilmiahs
33232
Update
SAFIRA KARIMATUNNISA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Jenis Dan Komposisi Perekat Terhadap Kualitas Biobriket Dari Campuran Sekam Padi Dan Tempurung Kelapa
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Biobriket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa, bahan bakar padat ini merupakan bahan bakar alternatif yang murah serta dapat ditemukan dan dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran sekam padi dan tempurung kelapa dengan perbandinga 1:1 dengan saringan bahan baku sebesar 40 mesh. Perekat yang digunakan yakni tepung sagu, tepung kanji, dan tetes tebu dengan komposisi perekat 30%, 40%, dan 50% yang kemudian di press dan dibentuk menggunakan kempa hidrolik dengan massa tekan 29 kg. Biobriket yang telah dicetak lalu dilakukan proses pengeringan menggunakan oven bersuhu 125oC selama 6 jam. Pengambilan data dilaksanakan pada Bulan Januari sampai April 2021. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dan ika terdapat hasil yang berbeda nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui jenis terbaik berdasarkan rankingnya. Penelitian ini menghasilkan informasi jumlah kadar perekat dan jenis perekat terbaik dan sudah memenuhi standar dalam pembuatan dan pengujian kualitas biobriket dari sekam padi dan tempurung kelapa yaitu kadar perekat 40% dan jenis perekat tetes tebu, yang menghasilkan nilai kadar air 3,6%, kadar abu 22,87%, volatile matter 78,40%, kerapatan 0,807 g/cm3, dan laju pembakaran 0,213 g/menit.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Biobriquette is a solid fuel made from a mixture of biomass, this solid fuel is a cheap alternative fuel and can be found and developed en masse in a relatively short time. The raw material used in this study was a mixture of rice husks and coconut shells with a ratio of 1:1 with a 40 mesh sieve of raw materials. The adhesives used were sago flour, starch, and molasses with an adhesive composition of 30%, 40%, and 50% which were then pressed and formed using hydraulic compression with a compressive mass of 29 kg. The printed biobriquettes were then dried using an oven at 125oC for 6 hours. Data collection was carried out from January to April 2021. The research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and if there were significantly different results, it would be continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) to find out the best type based on its ranking. This study resulted in information on the amount of adhesive content and the best type of adhesive and had met the standards in the manufacture and testing of the quality of biobriquettes from rice husks and coconut shells, namely the adhesive content of 40% and the type of adhesive molasses, which resulted in a value of 3.6% moisture content, ash content 22.87%, volatile matter 78.40%, density 0.807 g/cm3, and burning rate 0.213 g/min.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save