Home
Login.
Artikelilmiahs
33163
Update
ARUM FAZA SALSABILA
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI PEMASARAN BAWANG DAUN DI KECAMATAN BAWANG, KABUPATEN BATANG, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usahatani bawang daun banyak dikembangkan di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, menghitung besarnya margin pemasaran, menghitung besarnya farmer’s share, dan menganalisis saluran yang paling efisien untuk pemasaran bawang daun di Kecamatan Bawang. Responden dalam penelitian ini yaitu petani bawang daun yang berjumlah 60 orang, ditentukan dengan menggunakan metode simple random sampling. Sedangkan responden pedagang perantara ditentukan menggunakan metode snowball sampling. Penelitian dilakukan dari Bulan Februari – Maret 2021. Analisis yang digunakan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menganalisis saluran pemasaran dan struktur pasar, analisis margin pemasaran, farmer’s share, perhitungan persentase keuntungan dan biaya pemasaran, serta perhitungan indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Hasil analisis struktur pasar menunjukkan terdapat persaingan oligopsoni di tingkat petani, persaingan oligopoli di tingkat pedagang pengepul dan pedagang besar, dan terjadi persaingan sempurna di tingkat pedagang pengecer. Terdapat empat saluran pemasaran bawang daun yaitu yaitu saluran I (petani – pengepul - pedagang besar - pedagang pengecer - konsumen), saluran II (petani – pengepul – pedagang pengecer – komsumen), saluran III (petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen), dan saluran IV (petani – pedagang pengecer – konsumen). Saluran pemasaran IV merupakan saluran pemasaran yang paling efisien, karena berdasarkan perhitungan margin pemasaran memiliki nilai margin terkecil yaitu Rp4333,33/kg, memiliki nilai farmer’s share terbesar yaitu 56,67 persen. Saluran pemasaran IV juga memiliki nilai indeks efisiensi teknis terkecil yaitu Rp6,05/kg/km dan memiliki nilai indeks efisiensi ekonomis terbesar yaitu Rp1,59/kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Spring onion farming is widely developed in Bawang District, Batang Regency, Central Java. This study aims to determine the pattern of marketing channels, calculate the amount of marketing margin, calculate the farmer's share, and analyze the most efficient channel for marketing leeks in Bawang District. Respondents in this study, namely leek farmers, totaling 60 people, were determined using the simple random sampling method. While the intermediary respondents were determined using the snowball sampling method. The research was conducted from February to March 2021. Data analysis used in this research is descriptive analysis to analyze marketing channels and market structure, marketing margin analysis, farmer's share, calculation of the percentage of profits and marketing costs, as well as the calculation of the technical efficiency index and economic efficiency index. The results of the market structure analysis show that there is oligopsony competition at the farm level, oligopoly competition at the collector and wholesaler level, and perfect competition at the retailer level. There are four channels of marketing onion, namely channel I (farmer-collector-wholesaler-retailer-consumer), channel II (farmer-collector-retailer-consumer), channel III (farmer-wholesaler-retailer-consumer), and channel IV (farmers-retailers-consumers). Marketing channel IV is the most efficient marketing channel because based on the calculation of the marketing margin it has the smallest margin value, namely Rp4333.33/kg, has the largest farmer's share value, namely 56.67 percent. Marketing channel IV also has the smallest technical efficiency index, namely Rp6.05/kg/km and has the largest economic efficiency index of Rp1.59/kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save