Home
Login.
Artikelilmiahs
32979
Update
DIAN PRAWESTI WINDARDINI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU REMAJA DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN PADA USIA DINI DI KECAMATAN SUMBANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Pernikahan pada usia dini saat ini banyak terjadi dikalangan remaja. Pernikahan usia dini banyak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi remaja. Data KUA Kecamatan Sumbang menunjukkan terjadinya peningkatan kasus dispensasi pernikahan dan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas didapatkan kasus kehamilan usia <20 tahun tertinggi terdapat di Kecamatan Sumbang dengan total 148 kasus. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja dalam pencegahan pernikahan pada usia dini di Kecamatan Sumbang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Variabel penelitian : pengetahuan, tingkat pendidikan, sikap, norma sosial, akses informasi, peran orang tua, dan peran teman sebaya. Populasi penelitian adalah remaja berusia 12-18 tahun dengan sampel penelitian sebanyak 100 responden yang dipilih berdasarkan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan formulir online (google form). Uji yang dilakukan : univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi perilaku remaja baik dalam pencegahan pernikahan pada usia dini adalah 52%. Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan adalah pengetahuan (p=0,017), sikap (p=0,048), norma sosial (p=0,018), akses informasi (p=0,003), peran orang tua (p=0,000), dan peran teman sebaya (p=0,017). Analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh adalah pengetahuan (OR=2,478), akses informasi (OR=3,488), peran orang tua (OR=4,232), dan peran teman sebaya (OR=3,230). Kesimpulan: Peran orang tua adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku remaja dalam pencegahan pernikahan pada usia dini (OR=4,232). Salah satu upaya pencegahan pernikahan dini yaitu dengan meningkatkan peran orang tua dengan meningkatkan peran orang tua dengan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan. Kata Kunci: Remaja, Pernikahan Usia Dini, Pencegahan
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Backgorund: Marriage at an early age is happening a lot among teenagers. Early marriage has a lot of negative impacts on adolescent reproductive health. Data from the KUA in Sumbang Subdistrict showed an increase in cases of marriage dispensation and secondary data from the health service of the Banyumas District showed that the highest cases of pregnancy aged <20 years were found in Sumbang Subdistrict with a total of 148 cases. Therefore, this study aims to find out the factors that influence adolescent behavior in the prevention of marriage at an early age in Sumbang Subdistrict. Methods: This study used quantitative research with a crossectional approach, with variable : knowledge, education level, attitudes, social norms, access to information, parenthood, and peer roles. The research study population is adolescents 12-18 years old and was chosen sample of 100 adolescent selected by cluster random sampling method. Collection data using an online from (google form). The data analyzed : univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic-regression). Results: This results showed that the proportion of adolescent behavior in the prevention of marriage at an early age is 52%. The results of bivariate analysis showed that the related variabels were knowledge (p=0,017), attitudes (p=0,048), social norms (p=0,018), access to information (p=0,003), parents roles (p=0,000), and peer roles (p=0,017). Multivariate analysis showed the influencing variable were knowledge (OR 2,478), acces to information (OR 3,488), the role of parents (OR 4,232), and peer roles (OR 3,230). Conclusion: The role of parents is the variable that most affects adolescents behavior in the prevention of marriage at an early age. One of the efforts to prevent early marriage is to increase the role of parents by providing an understanding of reproductive health and maturity of the mariatal age. Keyword: Teen, Early Marriage, Prevention
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save