Home
Login.
Artikelilmiahs
32898
Update
MEINAR WIDAYANTI
NIM
Judul Artikel
MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus di TPST Purwokerto Wetan)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Negara berkembang yang telah melakukan pembangunan dalam segala bidang salah satunya yaitu Indonesia. Pembangunan yang dilakukan di Indonesia merupakan suatu perubahan melalui intervensi manusia atau perubahan yang sengaja dilakukan dengan mendayagunakan sumber daya manusia. Dampak negatif dari kegiatan pembangunan yaitu masalah kerusakan lingkungan. Permasalahan manajemen pengelolaan sampah yang ada di Banyumas menarik peneliti untuk mengambil penelitian ini dengan berjudul “Manajemen Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas”. Salah satu masalah lingkungan yang tidak kalah pentingnya adalah permasalahan sampah. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di sejumlah kota besar di Indonesia, serta mobilitas penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya volume sampah. sampah masih menjadi persoalan yang cukup besar terutama daerah-daerah perkotaan yang memiliki pertumbuhan masyarakat yang padat namun tempat pembuangan sampah sangatlah relative terbatas. Yang menjadi persoalan utama sebagai contoh adalah di beberapa kota di Indonesia termasuk salah satunya adalah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengacu pada teori George Terry yang menggunakan fungsi-fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controling. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 6 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan yang dilakukan oleh TPST Purwokeeto Wetan dapat dikatakan sudah baik karena mengikuti arahan dari kebijakan Pemda Kabupaten Banyumas mengenai pengelolaan sampah dan memaksimalkan segala fasilitas sarana penunjang pengelolaan sampah yang diberikan DLH. TPST Purwokerto Wetan menjalankan tugasnya menggunakan SOP Surat Keputusan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Untuk segi pelatihan dan pengembangan SDM pelaksana menerima undangan menjadi pembicara/ narasumber di TPST lain adalah salah satu jalan untuk meningkatkan SDM dan mengerti sebagaimana bagus kinerja yang dilakukan. TPST Purwokerto Wetan terus belajar agar SDM mereka berkembang meskipun kenyataanya ada kendala. Kata kunci: Manajemen, Pengelolaan, Sampah
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT One of the developing countries that have carried out development in all fields is Indonesia. The development carried out in Indonesia is a change through human intervention or a change that is deliberately carried out by utilizing human resources. The negative impact of development activities is the problem of environmental damage. The problem of waste management in Banyumas attracted researchers to take this research entitled "Waste Management in Banyumas Regency". One of the environmental problems that is no less important is the problem of waste. Along with the increasing number of residents in a number of big cities in Indonesia, as well as the rapid mobility of the population resulted in an increase in the volume of waste. Garbage is still a big problem, especially in urban areas that have a dense population growth, but the landfills are relatively limited. The main problem, for example, is in several cities in Indonesia, including Banyumas Regency. This research refers to George Terry's theory which uses management functions of planning, organizing, actuating, and controlling. The research method used in this research is qualitative with the number of informants as many as 6 people. Sampling was done by purposive sampling technique. Data analysis method using interactive analysis model. The results showed that the planning carried out by the Purwokeeto Wetan TPST could be said to be good because it followed the direction of the Banyumas Regency Government policy regarding waste management and maximized all supporting facilities for waste management provided by DLH. TPST Purwokerto Wetan carries out its duties using the SOP of a Decree from the Head of the Banyumas Regency Environmental Service. In terms of training and human resource development, implementing an invitation to become a speaker/ resource person at other TPST is one way to improve human resources and understand how good the performance is. TPST Purwokerto Wetan continues to learn so that their human resources develop despite the fact that there are obstacles. Keywords: Management, Processing, Waste
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save