Home
Login.
Artikelilmiahs
32833
Update
AIDATUL MUFIDAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Persepsi dan Perilaku Apoteker di Apotek Kabupaten Kebumen dalam Melakukan Pelayanan Kefarmasian pada Masa Pandemi COVID-19
Abstrak (Bhs. Indonesia)
COVID19 merupakan infeksi virus yang sangat mudah menular, hingga kemudian dideklarasikan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020. Apoteker adalah penyedia perawatan kesehatan yang penting dan tetap berada di garis depan. Apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan diharapkan memiliki perilaku dan persepsi yang baik dalam melakukan pelayanan kefarmasian pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode cross-sectional menggunakan kuesioner yang dilakukan kepada apoteker di apotek Kabupaten Kebumen. Kuesioner persepsi dan perilaku apoteker yang digunakan merujuk, dengan beberapa modifikasi pada artikel Hoti et al (2020). Sebanyak 28 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi ditentukan berdasarkan total sampling. Data yang didapat kemudian dianalisis secara deskriptif. Sembilan puluh enam koma empat puluh tiga persen (96,43%) apoteker yang berpraktik di apotek Kabupaten Kebumen memiliki persepsi yang baik dan seratus persen (100%) apoteker yang berpraktik di apotek di Kabupaten Kebumen memiliki perilaku yang baik dalam melakukan pelayanan kefarmasian selama pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, apoteker yang berpraktik di apotek Kabupaten Kebumen memiliki persepsi dan perilaku yang baik dalam melakukan pelayanan kefarmasian selama pandemi COVID-19.
Abtrak (Bhs. Inggris)
COVID19 it is a viral infection that is highly contagious, it was declared a pandemic by WHO on March 11, 2020. Pharmacists are essential healthcare providers and remain on the front lines. Pharmacists as part of health workers are expected to have good behaviour and perception in performing pharmaceutical services during pandemic. This study was a non-experimental study with a cross-sectional method by using a questionnaire was conducted to the pharmacist at the pharmacy in Kebumen Regency. The perception and behavior pharmacist questionnaire was adapted from an article by Hoti et.al (2020). A total of 28 respondents who met the inclusion and exclusion criteria were determined based on total sampling. Data that had been obtained then analyzed descriptively. Ninety-six point forty-three percent (96,43%) of pharmacist who practice at the pharmacy in Kebumen Regency have good perception and hundred percent (100%) of pharmacist who practice at the pharmacy in Kebumen Regency have good behaviour in performing pharmaceutical services during the COVID-19 pandemic. Overall, the pharmacist who practice at the pharmacy in Kebumen Regency have good perception and behaviour in performing pharmaceutical services during the COVID-19 pandemic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save