Home
Login.
Artikelilmiahs
32723
Update
BILANISA ALMEYDA
NIM
Judul Artikel
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI GOGO (Oryza sativa) DAN JAGUNG (Zea mays) DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman padi gogo dan jagung di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman padi gogo dan jagung di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021 bertempat di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, dan Laboratorium Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei lapang dengan tingkat survei semi detail (1:50.000). Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis dan delineasi batas satuan lahan dilakukan dengan overlay peta-peta pendukung. Titik-titik pengamatan tiap satuan lahan ditentukan dengan pendekatan purposive sampling dengan pola transek. Sampel tanah yang digunakan adalah sampel tanah yang diambil pada kedalaman 0-50 cm dan dicampurkan secara homogen untuk mewakili satuan lahan tertentu. Sampel komposit digunakan untuk analisis laboratorium pada berbagai sifat tanah yang dibutuhkan. Hasil evaluasi kesesuaian lahan ditampilkan dalam bentuk peta kesesuaian lahan aktual dan potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan aktualuntuk budidaya tanaman padi gogo di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga adalah sesuai marjinal (S3) seluas 3.843,7 ha atau 92,06%, dan tidak sesuai (N) seluas 331,3 ha atau 7,94%. Tingkat kesesuaian lahan potensial untuk budidaya tanaman padi gogo adalah cukup sesuai (S2) seluas 3.815,9 ha atau 91,39%, dan sesuai marjinal (S3) seluas 359,1 ha atau 8,61%. Faktor pembatas utama adalah retensi hara, hara tersedia, dan bahaya erosi. Tingkat kesesuaian lahan aktual untuk budidaya tanaman jagung di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga adalah sesuai marjinal (S3) seluas 3.843,7 ha atau 92,06%, dan tidak sesuai (N) seluas 331,3 ha atau 7,94%. Tingkat kesesuaian lahan potensial untuk budidaya tanaman jagung adalah cukup sesuai (S2) seluas 3.815,9 ha atau 91,39%, dan sesuai marjinal (S3) seluas 359,1 ha atau 8,61%. Faktor pembatas dominan adalah retensi hara, hara tersedia, dan bahaya erosi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aimed to (1) determine land suitability level for upland rice and maize in Pengadegan District, Purbalingga Regency. (2) determine constraints that affect land suitability for upland rice and maize in Pengadegan District, Purbalingga Regency. The research was conducted from December 2020 to March 2021 in Pengadegan District, Purbalingga Regency and Land Resource Laboratory Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, Karangwangkal Village, North Purwokerto. The research employed a field survey method at asemi-detail level (scale 1:50.000). Land unit analysis was carried out using the physiographic approach and land unit border delineation was carried out by overlaying the supporting maps. The observation points in each land unit were determined with purposive sampling approach with a transect pattern. The soil sample that used is a soil sample taken at a depth of 0-50 cm and mixed homogeneously to represent a particular land unit. Composite samples are used for laboratory analysis on various required soil properties. The results of land suitability evaluation were provided in the form of actual and potential land suitability maps. The result of study showed that the level actual land suitability for upland rice cultivation in Pengadegan District, Purbalingga Regency was classified as marginally suitable (S3) covering an area of 3,843,7 ha or 92.06% and unsuitable (N) covering 331.3 ha or 7.94%. The potential land suitability for upland rice cultivation was classified as quite suitable (S2) covering 3.815,9 ha or 91,39% and marginally suitable (S3) covering 359,1 ha or 8,61%. Dominant limiting factors comprised soil nutrient retention, available soil nutrient, and erotion hazard. The level of actual land suitability for maize cultivation in Pengadegan District, Purbalingga Regency was classified as marginally suitable (S3) covering an area of 3,843,7 ha or 92.06% and unsuitable (N) covering 331.3 ha or 7.94%. The potential land suitability for maize cultivation was classified as quite suitable (S2) covering 3.815,9 ha or 91,39% and marginally suitable (S3) covering 359,1 ha or 8,61%. The major limiting factors were soil nutrient retention, available soil nutrient, and erotion danger.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save