Home
Login.
Artikelilmiahs
32561
Update
MUHAMMAD YUMNA IHSANY
NIM
Judul Artikel
SOLID NON FAT DAN BERAT JENIS SUSU KAMBING PERAH YANG DISUPLEMENTASI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN MINERAL ORGANIK DALAM PAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik pada pakan terhadap produksi Solid Non Fat dan Berat Jenis susu kambing perah. Materi penelitian yang digunakan adalah kambing perah jenis Saanen Peranakan Etawa (SAPERA). Pakan perlakuan terdiri atas pakan basal, preparat komersial (monensin), bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik (Cr, Se dan Zn). Pakan yang diberikan sebanyak 3% (dalam bahan kering) yang terdiri atas 70% hijauan dan 30% konsentrat serta penambahan air minum. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL). Pakan yang diujicobakan yaitu R0 = Pakan Basal (70% silase tebon + 30% ampas tahu); R1 = R0 + Preparat komersial (Monensin 30 mg/kg BK); R2 = R0 + 250 ppm bawang putih (1.7% allicin), R3 = R0 + Mineral Organik (0.3 ppm Se+1.5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate) dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap produksi solid non fat dengan rataan R0 = 74,12 ± 17,28; R1 =89,98 ± 13,87 ; R2 =97,31 ± 16,48 ; dan R3 =83,61 ± 13,11 (gr/ekor/hari). Perlakuan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap Berat Jenis susu dengan rataan R0 = 1,030 ± 0,0006; R1 =1,030 ± 0,0005; R2 =1,030 ± 0,0008; dan R3 =1,030 ± 0,0005 (gr/ml/ekor/hari). Kesimpulannya, Suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik dalam pakan meningkatkan produksi Solid Non Fat dan tidak meningkatkan kadar Berat Jenis susu kambing perah. Kata kunci: Bawang putih, Berat Jenis, Kambing Perah, Kromium, mineral organik, Selenium, Solid Non Fat, Zinc-lysinate
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to study the effect of garlic (Allium sativum) supplementation and organic minerals in feed on solid non-fat production and density of dairy goat milk. The research material used was a dairy goat of the Saanen Peranakan Etawa (SAPERA). The treatment feed consisted of basal feed, commercial preparations (rumensin), garlic (Allium sativum) and organic minerals (Cr, Se and Zn). The feed is given as much as 3% (in dry matter) consisting of 70% forage and 30% concentrate and the addition of water. The research method is experimental using the Latin Square Design (RBSL). The experimental feed was R0 = Basal feed (70% sugarcane silage + 30% tofu dregs); R1 = R0 + commercial preparation (Rumensin 30 mg / kg BK); R2 = R0 + 250 ppm garlic (1.7% allicin), R3 = R0 + Organic Minerals (0.3 ppm Se + 1.5 ppm Cr + 40 ppm Zn-lysinate) with 4 repetitions. The results showed that the treatment had a significant effect (P <0.05) on the production of solid non-fat with an average of R0 = 74.12 ± 17.28; R1 = 89.98 ± 13.87; R2 = 97.31 ± 16.48; and R3 = 83.61 ± 13.11 (gr / head / day). The treatment had no significant effect (P > 0.05) on the density of milk with an average of R0 = 1.030 ± 0.0006; R1 = 1,030 ± 0.0005; R2 = 1.030 ± 0.0008; and R3 = 1,030 ± 0.0005 (gr / ml / head / day). In conclusion, supplementation of garlic (Allium sativum) and organic minerals in feed increased Solid Non Fat production and did not increase the density of dairy goat milk. (Key words: Chromium, Dairy Goat, Density, Garlic, Organic Minerals, Selenium, Solid Non Fat, Zinc-Lysinate).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save