Home
Login.
Artikelilmiahs
32559
Update
YANUAR REZKYA WIRANTI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman kopi robusta dan kakao di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman kopi robusta dan kakao di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2021 bertempat di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, dan Laboratorium Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode survei lapang. Deliniasi satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis. Titik pengamatan ditentukan dengan metode transek pada setiap satuan lahan. Sampel tanah yang digunakan adalah sampel tanah komposit yang diperoleh dengan cara mencampur secara homogen sampel-sampel tanah pada setiap satuan lahan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-50 cm pada setiap titik pengamatan. Analisis sifat fisika dan kimia tanah dilakukan di laboratorium. Hasil analisis kesesuaian lahan ditampilkan dalam bentuk peta kesesuaian lahan aktual dan potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan aktual untuk budidaya tanaman kopi robusta di Kecamatan Pengadegan adalah sesuai marginal (S3) seluas 4.086,4 ha atau 97,9% dan tidak sesuai (N) seluas 88,4 ha atau 2,1%. Tingkat kesesuaian lahan potensial untuk tanaman kopi robusta di Kecamatan Pengadegan adalah cukup sesuai (S2) seluas 3.815,7 ha atau 91,4%, sesuai marginal (S3) seluas 270,7 ha atau 6,5%, dan tidak sesuai (N) seluas 88,4 ha atau 2,1% dengan faktor pembatas utama adalah media perakaran. Tingkat kesesuaian lahan aktual untuk budidaya tanaman kakao di Kecamatan Pengadegan adalah sesuai marginal (S3) pada semua satuan lahan. Tingkat kesesuaian lahan potensial untuk tanaman kakao adalah cukup sesuai (S2) yaitu seluas 982,1 ha atau 23,6% dan sesuai marginal (S3) seluas 3.192,7 ha atau 76,4% dengan faktor pembatas utama adalah ketersediaan air.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aimed to (1) determine the level of actual and potencial land suitability for robusta coffee and cocoa plants in Pengadegan district of Purbalingga regency. (2) determine the limiting factor of land suitability for robusta coffe and cocoa in Pengadegan district of Purbalingga regency. The research was conducted from February to April 2021. The research employed a field survey method. The delineation of land unit was carried out using the physiographic approach. The observation points in each land unit were determined with the transect method. Composite soil samples were collected by mixing of disturbed soil samples taken in each land unit. Samples were taken at a depth of 0-50 cm at each observation point. Analysis of physical and chemical properties of soil in laboratory. The results of land suitability analysis were provided in the form of actual and potential land suitability maps. The result of study showed that the level of actual land suitability for robusta coffe plant in Pengadegan district was classified as marginally suitable (S3) an area of 4.086,4 ha or 97,9% and not suitable (N) an area of 88,4 ha or 2,1%. The potencial level of potencial land suitability for robusta coffe plant in Pengadegan district was classified as moderately suitable (S2) covering an area of 3.699,2 ha or 88,6% from the total area, marginally suitable (S3) an area of 387,2 ha or 9,3%, and not suitable (N) an area of 88,4 ha or 2,1%. The main limiting factor was rooting medium. The level of actual land suitability for cocoa plant in Pengadegan district was classified as marginally suitable (S3) for all of the land unit. The level of potencial land suitability for cocoa plant was classified as moderate suitable (S2) an area of 982,1 ha or 23,6% from the total area and marginally suitable (S3) an area 3.192,7 ha or 76,4% with main limiting factor was water availability.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save