Home
Login.
Artikelilmiahs
32513
Update
MUHAMMAD FAQIH AL-AMIN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Potassium Dichromate (K2Cr2O7) terhadap Kemampuan Regenerasi Sirip Kaudal Ikan Nilem (Osteochilus vittatus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Regenerasi merupakan kemampuan esensial yang dimiliki ikan untuk mengembalikan jaringannya yang rusak atau hilang. Kemampuan ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk oleh paparan logam pada habitat ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh potassium dichromate (K2Cr2O7) terhadap kemampuan regenerasi ikan nilem (Osteochilus vittatus) untuk menumbuhkan kembali jaringan sirip kaudal yang teramputasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan antara lain (P1) 0 ppm, (P2) 1 ppm, (P3) 2 ppm, dan (P4) 4 ppm potassium dichromate (K2Cr2O7). Proses regenerasi dievaluasi pada 1, 3, 6, 14, 18, dan 21 hari pasca amputasi dengan mengamati morfologi dan histologi jaringan regeneratif dan mengukur luas dan panjang jaringan regeneratif. Data morfologi dan histologi dianalisis secara deskriptif, sedangkan data luas dan panjang sirip regeneratif dianalisis menggunakan ANOVA 2 arah dan diikuti dengan uji Post-hoc Tukey. Hasil menunjukkan bahwa potassium dichromate (K2Cr2O7) secara signifikan (p<0,05) mempegaruhi laju regenerasi sirip kaudal serta diikuti dengan evaluasi histologi yang menunjukkan keterlambatan proses awal regenerasi pada ikan perlakuan, ditandai dengan pembentukan apical epithelial cap (AEC) dan pembuluh darah baru yang lebih lambat. Sedangkan evaluasi morfologi menunjukkan tidak ada pengaruh potassium dichromate (K2Cr2O7) terhadap bentuk jaringan sirip baru yang dihasilkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Regeneration is essential ability in fish to restore their damaged tissue in which can affected by many factors, including logam expose in the habitat. This study aimed to evaluate the affect of potassium dichromate (K2Cr2O7) to regeneration ability of bonylip barb (Osteochilus vittatus) to regrowth amputed caudal fin. This experiment was conducted on the experimental basis with completely randomized design (CRD). The treatment consisted of (P1) 0 ppm, (P2) 1 ppm, (P3) 2 ppm, and (P4) 4 ppm of potassium dichromate (K2Cr2O7). Regeneration process was evaluated in 1st, 3th, 6 th, 14 th, 18 th, and 21 th days post-amputation by observing morphology and histology of regenerative tissue, and measuring area and length of regenerative tissue. Morphology and histology data were analyzed descriptively, while data on area and length of regenerative tissue were analyzed using two-way ANOVA followed by Post-hoc Tukey test. The result showed that the potassium dichromate (K2Cr2O7) significantly (p<0,05) affect the regeneration rate followed by histology evaluation in which showed delay of early regeneration process in exposed fish that characterized by late apical epithelial cap (AEC) and blood vessel formation. Post-hoc Tukey test resulted only 4 ppm potassium dichromate (K2Cr2O7) expose (P4) significantly inhibited regeneration rate of caudal fin. While morphologically potassium dichromate did not affect the shape of restored caudal fin.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save