Home
Login.
Artikelilmiahs
32399
Update
RUSTI LESTARI
NIM
Judul Artikel
DINAMIKA DEMOKRASI DESA : ANALISIS PERILAKU POLITIK MASYARAKAT DALAM PROSES KANDIDASI KEPALA DESA JALUR PETAHANA TAHUN 2019 DI DESA KARANGKEDAWUNG KECAMATAN SOKARAJA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dengan judul “Dinamika Demokrasi Desa : Analisis Perilaku Masyarakat dalam Proses Kandidasi Kepala Desa Jalur Petahana tahun 2019 di Desa Karangkedawung Kecamatan Sokaraja” bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan respon masyarakat dan perilaku politik masyarakat dalam kandidasi pemilihan Kepala Desa dari jalur kandidat petahana dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi tidak adanya kandidat penantang non kerabat dalam pemilihan kepala desa.Latar belakang dari penelitian ini adalah desa Karangkedawung merupakan salah satu desa yang mengikuti Pilkades serentak di Kabupaten Banyumas, dengan calon kepala desa petahana yang melawan istrinya pada saat kontestasi Pilkades. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan penelitian studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan paradigma non-positivisme khususnya konstruktivisme, serta menggunakan perspektif strukturalisme sebagai dasar untuk menjawab rumusan penelitian. Dalam penelitian ini, perilaku politik masyarakat desa Karangkedawung dianalisis menggunakan teori perilaku politik, partisipasi politik, dan juga budaya politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika demokrasi desa pada masyarakat desa Karangkedawung terdapat pada saat proses kandidasi kepala desa. Respon masyarakat Karangkedawung terhadap fenomena pertarungan politik keluarga pada tahun 2019 adalah bisaa saja dan merasa wajar. Hal ini karena fenomena tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi di desa Karangkedawung. Sudah dua kali dalam pemilihan kepala desa, Karangkedawung memiliki kandidat calon petahana dan suami-istri. Selain itu, perilaku politik masyarakat desa Karangkedawung memiliki perbedaan antara proses kandidasi calon kepala desa dan juga pada saat pencoblosan kepala desa Karangkedawung. Selanjutnya juga terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku politik masyarakat pada saat proses pemilihan kepala desa, yaitu Penyelenggara pemilihan kepala desa, Terbentuknya Kesadaran Politik masyarakat, Kekerabatan, Power Kandidat, Budaya Masyarakat, Gender. Selain itu juga terdapat faktor yang melatarbelakangi tidak adanya penantang non kerabat dalam pemilihan kepala desa Karangkedawung tahun 2019, yaitu Kondisi Geografis, Biaya Demokrasi Mahal, Peran Incumbent, Kekuatan Jaringan, dan Citra Politik Desa. Kata Kunci : Perilaku Politik Masyarakat, Pilkades, Kandidasi, Dinamika Demokrasi Desa
Abtrak (Bhs. Inggris)
Research titled “Dinamika Demokrasi Desa : Analisis Perilaku Masyarakat dalam Proses Kandidasi Kepala Desa Jalur Petahana tahun 2019 di Desa Karangkedawung Kecamatan Sokaraja” is aimed to understand and describe society’s response and political behavior of society in candidate of village chief election from incumbent candidate and to describe affective faktor of nonrelative challenger candidate absence in village chief election. The background of this research is that Karangkedawung village is one of the villages that participated in the simultaneous Pilkades in Banyumas Regency, with the incumbent village head candidate fighting his wife during the Pilkades contestation. This research uses qualitative research methods, with a case study research approach. This study also uses the paradigm of non-positivism, especially constructivism, and uses the perspective of structuralism as the basis for answering the research formulation. In this study, the political behavior of the Karangkedawung village community was analyzed using the theory of political behavior, political participation, and also political culture. . In this research, political behavior of Karangkedawung villagers analyzed with political behavior theory, political participation, and also political culture. The result of this research shows that village democration dynamics of Karangkedawung villagers exists in village chief candidate process. Response of Karangkedawung villagers toward the family political fight phenomenon in 2019 are ordinary and natural. This because the phenomenon is not the first time hapened in Karangkedawung village. It is already hapened twice in village chief election of Karangkedawung have incumbent candidate nominee and husband-wife. Moreover, political behavior of Karangkedawung villagers have difference between candidate process of village chief’s nominee and in the electionFurthermore there are faktors that affect society’s political behavior in the village chief election, these are Election organizer, formation of society’s political awareness, kinship, Candidate Power, community culture, and Gender. Moreover, there are faktors that causing the absence of nonrelative challenger in Karangkedawung chief election in 2019, are Geographic, The Expensive Democration fee, Incumbent role, Link Strength, and village political image. Keywords : Society’s political behavior, village chief election, Candidate, Village Democracy Dynamics
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save