Home
Login.
Artikelilmiahs
32270
Update
ALVIAN SYAHDIDA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENGELOLAAN DAN PELAPORAN ZAKAT PRODUKTIF DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN (STUDI KASUS LAZISMU BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lazismu sebagai lembaga zakat di Kabupaten Banyumas yang memiliki penyaluran zakat dengan skema produktif menjadi subyek penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mengenalisis bagaimana pengelolaan zakat produktif, dan dampaknya bagi mustahik, serta untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan di Lazismu Banyumas berdasarkan Zakat Core Principle. Penelitian ini berjudul; “Analisis Pengelolaan dan Pelaporan Zakat Produktif dalam Pengentasan Kemiskinan (Studi Kasus Lazismu Banyumas).” Hasil penelitian ini menunjukkan Lazismu Banyumas telah melaksanakan ketentuan ZCP yaitu penerima zakat ada enam asnaf, pengelolaan dan pencatatan keuangan sudah dilakukan dengan cukup baik, skema penyaluran konsumtif dan produktif, proporsi pembagian zakat ditentukan oleh Amil, efektivitas penyaluran zakat “sangat efektif”, memiliki indikator manfaat, skala prioritas asnaf adalah fakir miskin, mengutamakan asas kewilayahan, kriteria penerima zakat produktif adalah fakir miskin dan fii sabilillah serta usaha yang mulai melemah, tujuan penyaluran zakat produktif untuk mengangkat derajat mustahik, adanya mitigasi misalokassi zakat, terlaksananya pemantauan dan evaluasi, adanya pembinaan SDM, memiliki had al-kifayah, dan rekeninng menampung dana ZISKA. Porsi penyaluran zakat untuk amil sebesar 14,45% masih lebih besar dari ketentuan yaitu 12,5%, waktu penyaluran zakat setelah terhimpun tidak dihitung, penerbitan laporan keuangan belum rutin setiap tahun. Pengelolaan zakat produktif memiliki prosedur dalam penyaluran. Dampak zakat produktif mampu meningkatkan produktifitas dan pendapatan mustahik. Pada sisi spiritual mustahik menjalankan ibadah wajib dan lingkungan keluarga dan masyarakat mendukung adanya kegiatan ibadah. Dalam perhitungan CIBEST dua mustahik masuk dalam kategori sejahtera dan satu mustahik masuk dalam kategori miskin material. Laporan keuangan sesuai dengan PSAK 109. Lazismu Banyumas memiliki software dalam pencatatan keuangan yang bernama SIMZISKA.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was conducted using a qualitative method with a case study approach. Lazismu, as a zakat institution in Banyumas Regency that has zakat distribution with a productive scheme, is the subject of research. The research objective was to determine and identify how the management of productive zakat and its impact on mustahik and determine and analyze financial performance in Lazismu Banyumas based on the Zakat Core Principle. This study is entitled; " Analysis of Productive Zakat Management and Reporting in Poverty Alleviation (Case Study of Lazismu Banyumas)." The results of this study indicate that Lazismu Banyumas has implemented the ZCP provisions. Namely, there are six zakat recipients, financial management and records have been carried out quite well, consumptive and productive distribution schemes, Amil determines the proportion of zakat distribution, the effectiveness of zakat distribution is "very effective," has indicators benefits, the priority scale of asnaf is for the poor, prioritizes regional principles, the criteria for productive zakat recipients are the poor and fii sabilillah as well as businesses that are starting to weaken, the purpose of distributing productive zakat is to raise the degree of mustahik, mitigation of miss allocation zakat, monitoring, and evaluation, the existence of human resource development, having had al-kifayah, and accounts to accommodate ZISKA funds. The portion of zakat distribution for amil is 14.45%, still bigger than the stipulated 12.5%. The time for zakat distribution after collecting is not calculated. The issuance of financial reports is not routine every year. The management of productive zakat has procedures for distribution. The impact of productive zakat can increase the productivity and income of mustahik. On the spiritual side, mustahik carries out compulsory worship, and the family and community environment supports the existence of worship activities. In the calculation of CIBEST two mustahik is in the welfare category, and one mustahik is in the material poor category. The financial statements are in accordance with PSAK 109. Lazismu Banyumas has software for financial recording called SIMZISKA.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save