Home
Login.
Artikelilmiahs
32264
Update
WASI JALU STRATA
NIM
Judul Artikel
RATIO DECIDENDI PENGANIAYAAN MENGAKIBATKAN MATI YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DALAM KONDISI TERTEKAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN KPN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Ratio decidendi dalam memberikan putusan kepada terdakwa dalam tindak pidana penganiayaan mengakibatkan mati sangatlah diperlukan, hal ini agar dapat memberikan rasa keadilan. Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN KPN. majelis hakim memutus terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan mengetahui alasan hakim dalam memberikan putusan kepada terdakwa. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan pendekatan undang-undang (statute approach), pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Dalam penelitian ini sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder dan analisis data dilakukan secara deskrtiptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Ratio decidendi dalam perkara Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN KPN dengan mempertimbangkan terpenuhinya unsur-unsur Pasal 351 ayat (3) KUHP, terdakwa mampu bertanggung jawab, adanya kesengajaan dan tidak ada alasan pemaaf. Hakim dalam memberikan putusan pidana terhadap terdakwa sudah tepat, yaitu apabila dihubungkan dengan alat bukti keterangan saksi, keterangan ahli dan keterangan terdakwa maka ada persesuaian antara alat-alat bukti tersebut. Penulis sependapat dengan majelis hakim menjatuhkan pidana kepada anak oleh karena itu dengan pidana pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Aitam di Wajak Kab Malang selama 1 (satu) tahun sebagai pembinaan terhadap diri anak yang bertujuan agar anak menyadari kesalahannya sehingga dapat memperbaiki tingkah lakunya dikemudian hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT The decidendi ratio in giving a verdict to a defendant in a criminal act of torture resulting in death is very necessary, this is in order to provide a sense of justice. Decision of the Kepanjen District Court Number 1 / Pid.Sus-Anak / 2020 / PN KPN. The panel of judges found the defendant guilty of committing a crime of maltreatment resulting in death. This study aims to determine the reasons for the judge in giving a verdict to the defendant. This research uses a legal type of juridical normative, with a statute approach, a case approach and a conceptual approach. In this study, the source of legal materials used was secondary data and data analysis was carried out descriptively qualitatively. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the Decidendi Ratio in the case of the Kepanjen District Court Decision Number 1 / Pid.Sus-Anak / 2020 / PN KPN by considering the fulfillment of the elements of Article 351 paragraph (3) of the Criminal Code, the defendant is able to be responsible. deliberate and for no excuses. The judge in giving a criminal verdict against the defendant is correct, that is, if it is connected with evidence of witness testimony, expert testimony and testimony of the defendant, there is an agreement between these evidence. The author agrees with the panel of judges to impose punishment on the child, therefore with the punishment of guidance at the Darul Aitam Child Social Welfare Institution in Wajak Kab Malang for 1 (one) year as a guidance for the child which aims to make the child realize his mistakes so that they can improve their behavior in the future.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save