Home
Login.
Artikelilmiahs
32238
Update
DWI PRATIWI
NIM
Judul Artikel
Kajian Erosi pada Lahan Budidaya Kentang dengan Sistem Guludan Horizontal dan Variasi Interval Saluran Drainase di Desa Serang, Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang merupakan tanaman budidaya yang umumnya dilakukan pada lahan dengan kemiringan yang curam dan menerapkan teknik budidaya guludan vertikal. Hal tersebut memicu terjadinya erosi dan menyebabkan produktivitas lahan menjadi menurun dan lahan menjadi terdegradasi. Oleh karena itu, teknik budidaya kentang pada guludan horizontal mulai dikembangkan. Namun, penggunaan dengan sistem guludan horizontal pada budidaya kentang saat ini masih belum mendukung produktivitas tanaman, karena masih menyebabkan beberapa permasalahan, salah satunya adalah kondisi air jenuh (water logged). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju aliran permukaan, besarnya laju kehilangan tanah, dan tingkat kehilangan nutrisi yang terkandung dalam tanah pada budidaya tanaman kentang sistem guludan horizontal dengan variasi interval saluran drainase. Variabel yang diamati dan diukur pada penelitian ini adalah aliran permukaan (run off), erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), faktor tindakan konservasi (P), dan bobot kering sedimen. Desain percobaan dilaksanakan secara eksperimental pada sistem guludan horizontal berjumlah 12 plot percobaan dengan 4 perbedaan perlakuan interval saluran drainase yaitu tanpa interval saluran drainase, interval saluran drainase 1 m, 1.5 m, dan 2 m. Sampel erosi kemudian dihitung aliran permukaan, kehilangan tanah, kehilangan unsur N total dan P total di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Unsoed. Kemudian, pendugaan erosi dilakukan menggunakan metode USLE (Universal Soi Loss Equation). Guludan dengan interval saluran drainase 2 m mampu menekan run off paling besar dibandingkan dengan perlakuan interval saluran drainase lainnya. Kemudian, soil loss paling rendah terdeteksi pada guludan tanpa saluran interval drainase. Lebih lajut, kehilangan N total paling rendah terjadi pada perlakuan saluran interval drainase 1.5 m. Semetara itu, kehilangan P total paling rendah terjadi pada perlakuan saluran interval drainase 1.5 m. Pendugaan erosi model USLE untuk guludan tanpa saluran interval drainase, guludan dengan interval saluran drainase 1 m, 1.5 m dan 2 m secara berurutan adalah 4.22 ton/ha/thn, 2.40 ton/ha/thn, 2.97 ton/ha/thn, dan 3.42 ton/ha/thn.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potatoes are a cultivated crop that is generally carried out on steep slopes and applies vertical mound cultivation techniques. This triggers erosion and causes land productivity to decrease and land to become degraded. Therefore, the technique of cultivating potatoes on horizontal mounds was developed. However, the use of a horizontal mound system in potato cultivation is currently not supporting crop productivity, because it still causes several problems, one of which is the waterlogged condition. The purpose of this study was to determine the surface runoff rate, the magnitude of the rate of soil loss, and the rate of loss of nutrients contained in the soil in the horizontal mound system potato cultivation with drainage channel interval variations. The variables observed and measured in this study were runoff, rain erosivity (R), soil erodibility (K), slope length and slope factor (LS), crop management factor (C), conservation action factor (P). , and sediment dry weight. The experimental design was carried out experimentally on a horizontal mound system totaling 12 experimental plots with 4 different treatment intervals of drainage channels, namely without drainage intervals, drainage intervals of 1 m, 1.5 m, and 2 m. The erosion samples were then calculated for surface runoff, soil loss, total loss of N, and total elements in the Soil Laboratory of the Faculty of Agriculture, Unsoed. Then, erosion estimation is carried out using the USLE (Universal Soil Loss Equation) method. Guludan with a drainage channel interval of 2 m can suppress run off the most compared to other drainage interval treatments. Then, the lowest soil loss was detected in the ridges without drainage interval channels. Furthermore, the lowest total N loss occurred in the 1.5 m drainage interval treatment. Meanwhile, the lowest total P loss occurred at the 1.5 m drainage interval treatment. The USLE model erosion estimation for ridges without drainage interval channels, mounds with drainage channel intervals of 1 m, 1.5 m, and 2 m respectively are 4.22 tonnes/ha/yr, 2.40 tonnes/ha/yr, 2.97 tonnes/ha/yr, and 3.42 ton/ha/yr.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save