Home
Login.
Artikelilmiahs
32165
Update
DEWI YUNITA
NIM
Judul Artikel
KONFLIK POLITIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN PANITIA PELAKSANA DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2018 DI DESA CANDIWULAN KECAMATAN KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dengan judul “Konflik Politik Antara Masyarakat Dengan Panitia Pelaksana Dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2018 Di Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga.” Bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konflik politik dan faktor-faktor penyebab konflik antara masyarakat dan panitia pelaksana dalam Pemilihan Kepala Desa tahun 2018 di Desa Candiwulan Kec. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menjelaskan pertama, proses terjadinya konflik politik antara masyarakat dan panita pelaksana pilkades di Desa Candiwulan merupakan konflik yang berawal dari kecacatan aturan. Peraturan yang mengatur pemilihan kepala desa serentak adalah Peraturan bupati Nomor 63 Tahun 2018 dan turunannya yang paling rendah untuk mengatur mekanisme pelaksanaan Pilkades adalah tata tertib panitia pelaksana. Dalam hal ini perbedaan aturan yang mengatur khususnya tentang surat suara yang sah berbeda antara Perbup No.63 Tahun 2018 dengan tatib panitia. Kedua, faktor yang penyebab konflik berdasarkan hasil analisis SPK (Sikap, Perilaku, Konteks) berawal dari rasa kecurigaan salah satu calon kepala desa yaitu Sodirin terhadap Agus Sucipto yang memenangkan pilkades. Berawal dari kecurigaan tersebut maka berdampak pada sikap dan perilaku masing-masing aktor yang terlibat dalam pilkades di Desa Candiwulan. Dalam konteks pilkades sikap dan perilaku yang dimiliki oleh masing-masing aktor akan berdampak pada kondisi sosial dan politik di desa tersebut menjadi sangat sensitif dan tertutup terhadap isu-isu yang berkaitan dengan konflik antara masyarakat dan aktor-aktor yang terlibat dalam konflik pemilihan kepala desa di Desa Candiwulan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research entitled "Political Conflict Between the Community and the Organizing Committee in the 2018 Village Head Election in Candiwulan Village, Kutasari District, Purbalingga Regency." Aims to understand and describe the political conflict and the factors causing conflict between the community and the implementing committee in the 2018 Village Head Election in Candiwulan Village, Kec. This study uses a constructivism paradigm and a structuralism perspective with qualitative research methods. The approach used is a case study approach. The technique of selecting informants using purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation and data analysis techniques using interactive analysis techniques. Meanwhile, the validity of the data used source triangulation technique. The results of this study explaint first, the process of political conflict between the community and the Pilkades executive committee in Candiwulan Village is a conflict that originates from a flaw in rules. The regulation that regulates the simultaneous pilkades is Perbup No.63 of 2018 and the lowest derivative for regulating the mechanism for implementing pilkades is the rules of the implementing committee. In this case the differences in the rules governing specifically regarding valid ballots differ between Perbup No.63 of 2018 and the committee's regulations. Apart from these differences, the factors that caused the conflict based on the results of the SPK analysis (Attitude, Behavior, Context) originated from the suspicion of one of the village head candidates, Sodirin, of Agus Sucipto who won the village head election. Starting from this suspicion, it had an impact on the attitudes and behavior of each actor involved in the Pilkades in Candiwulan Village. In the context of the Pilkades, the attitudes and behavior of each actor will have an impact on the social and political conditions in the village to be very sensitive and closed to issues related to conflict between the community and the actors involved in the village head election conflict in the village. Candiwulan Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save