Home
Login.
Artikelilmiahs
32101
Update
NADIA ISMYANA
NIM
Judul Artikel
PEMETAAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA BERDASARKAN FAKTOR RISIKO DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2017-2019
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyakit infeksi terbesar tunggal yang menyebabkan kematian pada balita di seluruh dunia. Tingginya angka kejadian pneumonia tidak terlepas dari faktor risiko pneumonia. Pneumonia khususnya pada balita merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan penting di Kabupaten Purbalingga. Penelitian terkait pemetaan penyakit pneumonia balita dengan analisis spasial di Kabupaten Purbalingga masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran pneumonia pada balita berdasarkan faktor risiko di Kabupaten Purbalingga dari tahun 2017 hingga 2019. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain studi ekologi. Populasi adalah seluruh kasus pneumonia balita per kecamatan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga tahun 2017-2019. Sampel adalah total populasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, BPS Kabupaten Purbalingga, dan website resmi Geospasial Indonesia (Ina-Geoportal). Analisis spasial dalam penelitian ini menggunakan teknik overlay dan diolah dengan software Quantum GIS. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan kasus pneumonia balita kategori tinggi di Kabupaten Purbalingga mengalami peningkatan penyebaran wilayah kasus, dari 3 wilayah pada tahun 2017 & 2018 kemudian menjadi 9 wilayah pada tahun 2019. Kecamatan Kertanegara merupakan wilayah yang selalu memiliki kasus pneumonia balita kategori tinggi dari tahun 2017-2019. Penemuan kasus pneumonia balita kategori tinggi di Kabupaten Purbalingga dari tahun 2017-2019 banyak ditemukan di wilayah dengan prevalensi BBLR kategori tinggi, cakupan ASI eksklusif kurang, prevalensi gizi buruk kategogri tinggi, cakupan rumah sehat yang kurang, cakupan rumah tangga ber-PHBS yang sudah baik, kepadatan penduduk sedang, dan ketinggian wilayah kategori rendah. Kesimpulan: Kasus pneumonia balita kategori tinggi di Kabupaten Purbalingga tahun 2017-219 lebih banyak ditemukan di wilayah berprevalensi BBLR kategori tinggi, cakupan ASI eksklusif kurang baik, prevalensi gizi buruk kategogri tinggi, cakupan rumah sehat yang kurang, cakupan rumah tangga ber-PHBS sudah bagus, kepadatan penduduk sedang, dan ketinggian wilayah kategori rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pneumonia is the single largest infectious cause of death in under-five children worldwide. The high incidence of pneumonia cannot be separated from the risk factors of pneumonia. Pneumonia, especially under-five children pneumonia, is one of the infectious disease remains an important health problem in Purbalingga Regency. Research related to mapping of pneumonia in under-five children with spatial analysis is still rare in Purbalingga Regency. This study aims to determine the distribution of under-five children pneumonia based on risk factors in Purbalingga Regency from 2017 until 2019. Methods: This research is descriptive quantitative study with an ecological study design. The population is all cases of pneumonia under five years in each district that is recorded at the Purbalingga District Health Office in 2017-2019. The sample is total of population. This study uses secondary data which is obtained from the Purbalingga District Health Office, Statistics-Indonesia (BPS) Purbalingga District, and the official website of Indonesia Geospatial (Ina-Geoportal). Spatial analysis in this study using an overlay technique and processed with Quantum GIS software. Results: The results showed high category case of under-five children pneumonia in Purbalingga Regency has an increase in the spread of the case area. Kertanegara is an area that always has high category cases of pneumonia under-five children. The findings of high-category cases of under-five children pneumonia in Purbalingga Regency from 2017 until 2019 were found a lot in areas with high prevalence of low birth weight, less scope of exclusive breastfeeding, high prevalence of malnutrition, less scope of healthy homes, good scope of households with clean and healthy behavior, moderate population density, and low altitude. Conclusion: High category cases of under-five children pneumonia in Purbalingga Regency 2017-2019 were more common in areas with high prevalence of low birth weight, less scope of exclusive breastfeeding, high prevalence of malnutrition, less scope of healthy homes, good scope of households with clean and healthy behavior, moderate population density, and low altitude.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save