Home
Login.
Artikelilmiahs
32006
Update
ERSA MONICA
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI BAWANG MERAH PADA LAHAN PASIR DI KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usahatani bawang merah sudah banyak dikembangkan di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap yang letaknya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah pada lahan pasir di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, dan 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis usahatani bawang merah pada lahan pasir di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Responden ditentukan menggunakan metode sensus, yaitu seluruh petani yang melakukan usahatani bawang merah pada bulan November 2019-Januari 2020 dengan jumlah 58 orang. Analisis yang digunakan yaitu Stochastic Frontier Analysis (SFA). Hasil penelitian menunjukkan 1) rata-rata tingkat efisiensi teknis pada usahatani bawang merah pada lahan pasir di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap sebesar 0,841 yang artinya usahatani tidak efisien secara teknis, dan 2) faktor pengalaman usahatani bawang merah, pendidikan informal, kelengkapan jenis pestisida, dan ketepatan waktu panen dapat menurunkan inefisiensi, sedangkan faktor kepemilikan lahan dan intensitas penyiraman dapat meningkatkan inefisiensi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot farming in Cilacap Regency has been developed in Adipala Sub-District Cilacap Regency, which is located in coastal area. This research aim to 1) know the level of technical efficiency of shallot farming on sandy land in Adipala Sub District Cilacap Regency, and 2) know the factors that affect the technical inefficiency of shallot farming on sandy land in Adipala Sub District Cilacap Regency. Respondents were determined using the census method, namely all farmers who cultivated shallots in November 2019-January 2020 with total of 58 people. The analysis that used is Stochastic Frontier Analysis (SFA). The results of this research showed that 1) the average level of technical efficiency of shallot farming on sandy land in Adipala Sub District is 0,841, which means that the farming is not technically efficient, and 2) shallot farming experience, informal education, completeness of types of pesticides, and timeliness of harvest can reduce inefficiency, while land ownership status and intensity of watering can increase inefficiency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save