Home
Login.
Artikelilmiahs
31972
Update
MINGGUS TRI WARASTOMO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN MINYAK SAWIT DALAM PAKAN TERHADAP SIFAT FISIK DAGING DOMBA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan minyak sawit dalam pakan terhadap sifat fisik daging domba. Materi penelitian yang digunakan adalah ternak domba ekor tipis jantan yang berjumlah 18 ekor umur 7-8 bulan dengan bobot badan awal 20 ± 2,40 kg yang dipelihara 2,5 bulan. Materi pakan yang digunakan adalah pakan dasar yaitu silase rumput dan konsentrat yang terdiri dari 2 bagian dedak dan 1 bagian bungkil kelapa, serta pakan imbuhan yaitu tepung daun kelor dan minyak sawit. Metode penelitian dilakukan secara exsperimental in vivo dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah R0 = Pakan Dasar (40% silase rumput + 60% konsentrat); R1 = R0 + Tepung Daun Kelor 2 % dari BK pakan; dan R2 = R1 + Minyak Sawit 0,5 % dari pakan. Variable yang diukur adalah pH, susut masak, keempukan dan daya ikat air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan minyak sawit dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap sifat fisik (pH, susut masak, keempukan dan daya ikat air) daging domba. Hasil rataan pH daging domba perlakuan R0 6,16 ± 0,27; R1 6,33 ± 0,19; dan R2 6,23 ± 0,17. Hasil rataan susut masak daging domba perlakuan R0 40,15 ± 1,04%; R1 38,66 ± 2,89%; dan R2 39,26 ± 2,34%. Hasil rataan keempukan daging domba perlakuan R0 0,046 ± 0,0027 mm/g/dt; R1 0,045 ± 0,0046 mm/g/dt; dan R2 0,042 ± 0,0054 mm/g/dt, serta hasil rataan daya ikat air (DIA) daging domba perlakuan R0 42,34 ± 8,30%; R1 44,54 ± 11,19%; dan R2 46,50 ± 9,81%. Penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan minyak sawit dalam pakan belum mampu meningkatkan sifat fisik (pH, susut masak, keempukan dan daya ikat air) daging domba.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Research has been conducted to determine the effect of adding Moringa leaf flour (Moringa oleifera) and palm oil in feed on the physical properties of lamb meat. The research material used were 18 male thin tail sheep aged 7-8 months with initial body weight 20 ± 2.40 kg and raised 2.5 months. The feed material used were basic feed, namely grass silage and concentrate consisting of 2 parts of rice bran and 1 part of coconut meal, as well as supplementary feed, namely moringa leaf flour and palm oil. The research method was carried out in vivo experimental using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. The treatment given is R0 = basic feed (40% grass silage + 60% concentrate); R1 = R0 + Moringa Leaf Flour 2% of feed BK; and R2 = R1 + Palm Oil 0.5% of feed. The measured variables are pH, cooking losses, tenderness and water holding capacity. The results showed that addition of Moringa leaf flour (Moringa oleifera) and palm oil in feed no significant effect (P> 0.05) against physical properties (pH, cooking losses, tenderness and water holding capacity) sheep's meat. The results of the pH average of the treated lamb R0 6.16 ± 0.27; R1 6.33 ± 0.19; and R2 6.23 ± 0.17. The results of the average cooking loss of treated lamb R0 40.15 ± 1.04%; R1 38.66 ± 2.89%; and R2 39.26 ± 2.34%. The result of flatness of tenderness lamb treatment R0 0.046 ± 0.0027 mm/g/s; R1 0.045 ± 0.0046 mm/g/ s; and R2 0.042 ± 0.0054 mm/g/s, and the results of the average water holding capacity (DIA) lamb treatment R0 42.34 ± 8.30%; R1 44.54 ± 11.19%; and R2 46.50 ± 9.81%. This study can be concluded that the addition of flour Moringa leaf flour (Moringa oleifera) and palm oil in feed have not been able to improve the physical properties (pH, cooking loss, tenderness and water holding capacity) of lamb meat.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save