Home
Login.
Artikelilmiahs
31793
Update
NABILAH RAMADHANI ICHLAS
NIM
Judul Artikel
Penambahan Nanoselulosa dan Ekstrak Bunga Kecombrang sebagai Sumber Antioksidan pada Edible Film
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Edible film merupakan lapisan tipis yang dapat digunakan sebagai pengemas karena terbuat dari bahan alami yang mudah terurai oleh mikroorganisme. Pembuatan edible film ini menggunakan komoditas pertanian yaitu limbah kulit ubi kayu dan ekstrak bunga kecombrang. Limbah kulit ubi kayu mengandung serat selulosa yang dapat memperkuat struktur dari edible film. Serat selulosa dari kulit ubi kayu dibuat dalam ukuran yang lebih kecil yaitu berukuran nanometer. Pemanfaatan ekstrak bunga kecombrang pada edible film dilakukan untuk mencegah oksidasi pada produk pangan yang akan dikemas karena pada bunga kecombrang mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh penambahan serat nanoselulosa dari kulit ubi kayu terhadap karakteristik fisik dan mekanik pada edible film, 2) mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga kecombrang terhadap karakteristik antioksidan pada edible film, 3) Mengetahui pengaruh interaksi yang diberikan terhadap karakteristik fisik, mekanik, dan antioksidan pada edible film. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diulang sebanyak dua kali. Faktor yang digunakan yaitu proporsi serat nanoselulosa dengan taraf 0%, 1%, 2%, dan 3% (b/b), serta penambahan ekstrak bunga kecombrang dengan taraf 0%, 1% 2%, dan 3% (v/v). Pada penelitian ini dilakukan pengamatan karakteristik fisik edible film berupa uji ketebalan, uji transparansi, uji laju transmisi uap air (WVTR). Selain itu pengamatan karakteristik mekanik berupa uji kuat tarik dan uji pemanjangan putus, serta karakteristik antioksidan berupa uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan proporsi nanoselulosa dan ekstrak bunga kecombrang memiliki nilai ketebalan berkisar antara 0,125 – 0,170 mm, nilai laju transmisi uap air berkisar antara 5,424 – 10, 163 gram/m2.jam, nilai kuat tarik berkisar antara 7,354 – 16,539 MPa, nilai pemanjangan putus berkisar antara 5,47 – 14,65%, nilai aktivitas antioksidan berkisar antara 7,01 – 8,94%, dan transparansi edible film diukur berdasarkan kemampuan film dalam menahan cahaya dengan panjang gelombang sinar UV dan sinar tampak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The edible film is a thin layer that can be used as packaging because it is made from natural materials that are easily broken down by microorganisms. The making of this edible film uses agricultural commodities, namely cassava peel waste, and kecombrang flower extract. Cassava bark waste contains cellulose fibers which can strengthen the structure of the edible film. Cellulose fibers from cassava peels are made in smaller sizes, namely in nanometer sizes. The use of kecombrang flower extract in the edible film is carried out to prevent oxidation of food products to be packaged because kecombrang flowers contain compounds that have antioxidant activity. This study aims to 1) determine the effect of adding nanocellulose fibers from cassava peels on the physical and mechanical characteristics of the edible film, 2) determine the effect of adding kecombrang flower concentrate on the antioxidant characteristics of the edible film, 3) Knowing the effect of the interaction of treatments given on physical characteristics, mechanics, and antioxidants in edible films. This research is an experimental study using a completely randomized design, repeated twice. The factors used were the proportion of nanocellulose fibers with levels of 0%, 1%, 2%, and 3% (w/w), as well as the addition of kecombrang flower concentrate with levels of 0%, 1% 2%, and 3% (v/v) . In this study, the physical characteristics of edible film were observed in the form of thickness test, transparency test, water vapor transmission rate (WVTR) test. In addition, observations of mechanical characteristics in the form of tensile strength test and elongation at break, and antioxidant characteristics in the form of antioxidant activity tests. The results showed that with the addition of the proportion of nanocellulose and the concentrate of kecombrang flowers, thickness values ranged from 0.125 to 0.170 mm, the value of water vapor transmission rates ranged from 5.424 - 10, 163 grams / m2.hours, tensile strength values ranged from 7.354 - 16.539 MPa, The elongation value at break ranges from 5.47 - 14.65%, the value of antioxidant activity ranges from 7.01 - 8.94%, and the transparency of edible film is measured based on the ability of the film to withstand UV light and visible light wavelengths.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save