Home
Login.
Artikelilmiahs
31501
Update
ALIFAH ADE NUARY
NIM
Judul Artikel
Hubungan Persepsi dengan Perilaku Pencegahan Low Back Pain pada Pengrajin Batik di Desa Papringan Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah pada sistem muskuloskeletal yang banyak terjadi karena faktor pekerjaan. Salah satu pekerjaan yang berisiko untuk mengalami LBP adalah pengrajin batik. Teori Health Belief Model (HBM) menjelaskan bagaimana faktor persepsi dapat memengaruhi perilaku pencegahan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dengan perilaku pencegahan LBP pada pengrajin batik di Desa Papringan Banyumas. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Responden penelitian berjumlah 70 pengrajin batik di Desa Papringan Banyumas. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Sommers’d untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas usia responden (42,9%) termasuk dalam kategori dewasa akhir (35-46 tahun), pendidikan SD (78,6%), telah bekerja selama ≥5 tahun (98,6%), memiliki jam kerja ≥4 jam perhari (75,7%) dan pernah memiliki keluhan LBP (70%). Hasil analisis uji bivariat menunjukkan nilai p<0,05 dimana pada persepsi kerentanan p=0,002, persepsi keparahan p=0,001, persepsi manfaat 0,005, dan persepsi hambatan 0,008. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi (persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan) dengan perilaku pencegahan LBP pada pengrajin batik di Desa Papringan Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Low Back Pain (LBP) is a problem in the musculoskeletal system that often occurs due to occupational factors. One of the jobs that is at risk of LBP is a batik makers. The Health Belief Model (HBM) theory explains how perception factors can influence individual preventive behavior. This study aims to determine the correlation between perceptions and prevention behavior of LBP on batik makers in Papringan Village, Banyumas. Method: This research is a quantitative study with a correlation analytic design and cross sectional approach. Respondents of the study were 70 batik makers in Papringan Village, Banyumas. The research instrument used a questionnaire. Data analysis consist of univariate analysis to determine the frequency distribution and bivariate analysis used Sommers'd test to determine the correlation between variables. Results: The results showed that the majority of respondent’s age (42,9%) late adult category (35,46 years), elementary school (78,6%), had worked for ≥ 5 years (98,6%), had working hours ≥ 4 hours a day, and had complaints of LBP (70%). The results of the bivariate test showed the value of p < 0,05 where the perception of vulnerability p=0,002, perception of severity p=0,002, perception of benefit p=0,005, and perception of barriers p=0,008. Conclusion: There is a significant correlation between perceptions (perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers) and prevention behavior of LBP on batik makers in Papringan Village, Banyumas.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save