Home
Login.
Artikelilmiahs
31453
Update
RINALDI KUSNENDAR
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK FENOTIP IKAN NILEM (Osteochilus hasseltii) STRAIN MANGUT YANG DIBUDIDAYAKAN DARI WILAYAH BERBEDA SEBAGAI ACUAN DALAM PEMIJAHAN SELEKTIF
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Karakteristik Fenotip Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) Strain Mangut Yang Dibudidayakan Dari Wilayah Berbeda Sebagai Acuan Dalam Pemijahan Selektif, tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan karakteristik fenotip kuantitatif dengan morfometrik meristik ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) strain Mangut yang dibudidayakan di wilayah berbeda. Mengetahui pola pertumbuhan ikan Nilem strain Mangut yang dibudidayakan di wilayah berbeda berdasarkan hubungan panjang dan berat. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey aktif di lapangan dan laboratorium. Ikan diambil secara acak sebanyak 90 ekor dari 3 lokasi yang berbeda yaitu Banyumas, Purbalingga dan Tasikmalaya, sampel diambil 30 ekor/lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien keragaman morfometrik Ikan Nilem Mangut berkisar antara 4,93-17,99% (Banyumas), 10,35-21,41% (Purbalingga) dan 9,11-24,12% (Tasikmalaya) sedangkan koefisien keragaman meristik berkisar antara 7,01-13,25% (Banyumas), 6,16-9,48% (Purbalingga) dan 4,48-11,70% (Tasikmalaya). Hasil tersebut termasuk dalam kisaran nilai yang baik pada ikan untuk dibudidayakan. Karakter morfometrik dan meristik Ikan Nilem Mangut dari beberapa lokasi memiliki korelasi positif (memiliki hubungan yang searah antar karakter) dan negatif (memiliki hubungan yang berlawanan antar karakter). Berdasarkan hubungan panjang dan berat, ikan Nilem Mangut di Banyumas, Purbalingga dan Tasikmalaya memiliki nilai b berturut-turut yaitu 6,0222, 5,419 dan 3,3886 menunjukkan pola pertumbuhan Allometrik positif (Pertambahan berat lebih dominan dibandingkan pertambahan panjang). Faktor Kondisi pada ikan nilem mangut memiliki nilai kisaran 1,321-1,339. Berdasarkan hasil kuisoner, Tasikmalaya memiliki pola budidaya ikan yang paling baik
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study entitled Phenotypic Characteristics of Tilapia (Osteochilus hasseltii) Mangut Strains Cultivated from Different Regions as a Reference in Selective Spawning, the aim of this study was to compare the quantitative phenotypic characteristics with the meristic morphometric of Nilem Fish (Osteochilus hasseltii) Mangut strains cultivated in different regions. Knowing the growth patterns of mangut strain Nilem fish cultivated in different areas based on the length and weight relationship. This research was conducted using active survey methods in the field and laboratory. 90 fish were taken randomly from 3 different locations, namely Banyumas, Purbalingga and Tasikmalaya, samples were taken 30 fish/location. The results showed that the morphometric diversity coefficient of mangut nilem ranged from 4.93-17.99% (Banyumas), 10.35-21.41% (Purbalingga) and 9,11-24.12% (Tasikmalaya) while the coefficient of diversity The meristik ranged from 7.01-13.25% (Banyumas), 6.16-9.48% (Purbalingga) and 4.48-11.70% (Tasikmalaya). These results fall within the range of values that are good for fish to be cultivated. Morphometric and meristic characters of Mangut Nilem Fish from several locations have positive correlation (have unidirectional relationships between characters) and negative (have opposite relationships between characters). Based on the relationship between length and weight, Mangut Nilem Fish in Banyumas, Purbalingga and Tasikmalaya had a b value respectively, namely 6,0222, 5,419 and 3,3886 showing a positive Allometric growth pattern (weight gain is more dominant than length gain). The condition factor for mangut nilem fish has a value range of 1.321-1.339. Based on the results of the questionnaire, Tasikmalaya has the best fish farming pattern.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save