Home
Login.
Artikelilmiahs
31278
Update
AMANI RIZKY
NIM
Judul Artikel
DINAMIKA PERILAKU ELITE POLITIK NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemilihan kepala daerah Kabupaten Banyumas mulai terasa, berbagai upaya pendekatan dan rekruitmen massa pemilih sudah sangat terlihat. Gesekan-gesekan kepentingan antar kelompok masyarakat, lambat laun akan menjadi riak dan kemudian menjadi gelombang-gelombang dukungan kepada masing-masing pasangan calon yang ada. Tak terkecuali dengan basis keagamaan Nahdlatul Ulama (NU). Dalam mengambil keputusannya sendiri, Komunitas Nahdlatul Ulama Banyumas (KNB) menyatakan sikap netral yang mengikuti kebijakan NU secara organisatoris tidak melibatkan diri dalam politik praktis. Lembaga resmi NU, termasuk badan otonom di semua tingkatan, untuk mengikuti apa yang telah digariskan dalam Khittah 1926. Sikap netral ini dianggap penting mengingat ada pasangan calon gubernur maupun pasangan calon bupati yang merupakan tokoh dan pengurus NU atau badan otonomnya. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dilakukan untuk mendukung tujuan penelitian, yakni memahami dan menganalisis dinamika perilaku elite politik NU dalam pilkada Kabupaten Banyumas tahun 2018. Artinya, metode kualitatif tidak berusaha menghitung data yang di peroleh dan tidak menganalisis angka-angka seperti yang terjadi pada metode kuantitatif. Sedangkan, analisis yang di gunakan sesuai dengan metodenya adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai fenomena sosial yang terjadi, Kata Kunci: Pilkada, Dinamika Politik, Nahdlatul Ulama, Khittah NU.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The selection of the regional head of Banyumas district began to feel, various efforts to approach and the electoral mass recruitments were very visible. The frictions so interests among community groups will gradually become ripples and then become waves of support to each of the prospective pairs. No exception with the religious bases of Nahdlatul Ulama (NU). In taking his own decision, the Nahdlatul Ulama Banyumas (KNB) expressed a neutral stance following NU policy in an organisational manner not to involve themselves in practical politics. Official NU institutions, including autonomous bodies at all levels, to follow what has been outlined in Khittah 1926. This neutral stance is considered important considering that there is a spouse of a prospective governor or a partner of a regent who is a figure and manager of NU or its autonomic body. The research methods to be used in this study are qualitative research methods. This method was done to support the research objectives, namely to understand and analyze the dynamic behavior of NU's political elite in the regional election of Banyumas in 2018. That is, the qualitative method does not attempt to calculate the obtained data and does not analyse the numbers as it does in quantitative methods. Meanwhile, the analysis that is used in accordance with the method is a descriptive analysis that is utilized to obtain an overview of the social phenomena that occur. Keywords: elections, political dynamics, Nahdlatul Ulama, Khittah NU.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save