Home
Login.
Artikelilmiahs
30979
Update
ANANDITA TASYA RAMADHANTI
NIM
Judul Artikel
PENGATURAN FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK DALAM MELINDUNGI WARGA NEGARA DI LUAR NEGERI MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Kajian tentang Penerapan Diplomasi Digital dalam Pelayanan Kekonsuleran oleh Perwakilan Diplomatik Indonesia pada Masa Pandemi COVID-19)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Era globalisasi dan revolusi teknologi informasi memberikan pengaruh dalam praktik diplomasi, yaitu adanya peralihan dari diplomasi konvensional menjadi diplomasi digital. Adanya pandemi COVID-19 pada saat ini membuat Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang bekerja, tinggal menetap, dan belajar mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan mengenai fungsi perwakilan diplomatik dalam melindungi warga negara di luar negeri menurut Konvensi Wina 1961 dan hukum internasional serta mengetahui pelaksanaan diplomasi digital Indonesia dalam pelayanan kekonsuleran yang dilakukan oleh perwakilan diplomatik dalam upaya perlindungan WNI di luar negeri pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang menggunakan pendekatan perundang-undangan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data-data tersebut diperoleh, dianalisis, dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian. Analisis penelitian dilakukan dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa dasar hukum perlindungan warga negara yang dilakukan oleh perwakilan diplomatik maupun perwakilan konsuler terdapat pada Pasal 3 Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik dan Pasal 5 Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler. Pelaksanaan diplomasi digital Indonesia pada saat pandemi COVID-19 ini sudah berjalan cukup baik karena segala bentuk dan macam sarana yang dibuat baik oleh Kemenlu RI maupun perwakilan diplomatik itu sendiri sudah memberikan banyak kemudahan dalam upaya perlindungan bagi WNI di luar negeri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The era of globalization and the revolution of technology information make an impact on diplomacy, which is the transition from conventional diplomacy to digital diplomacy. The existence of COVID-19 at this time also affects to Indonesian citizens abroad who work, live permanently, and study find difficulties to carry out their activities. This research aims to determine the arrangement regarding the function of diplomatic representatives in protecting citizens abroad according to the 1961 Vienna Convention and international law and to find out about the implementation of Indonesia's digital diplomacy in consular services conducted by diplomatic representatives in protecting Indonesian citizens abroad during the pandemic COVID-19. This research is a juridical normative research that uses a statutory approach. This research used primary and secondary datas. The datas obtained are analyzed and described based on legal norms relating to research objects. Research analysis is conducted with qualitative normative. The results of this reasearch are knowing that the legal basis for citizen protection conducted by diplomatic representatives and consular representatives is in Article 3 of the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations and in Article 5 of the 1963 Vienna Convention on Consular Relations. The implementation of Indonesia's digital diplomacy at the time of the COVID-19 pandemic is going pretty well because all forms and types of facilities made by both the Indonesian Ministry of Foreign Affairs and the diplomatic representatives themselves have provided a lot of convenience in protecting Indonesian citizens abroad.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save