Home
Login.
Artikelilmiahs
30935
Update
VIVI ANDRIYANI
NIM
Judul Artikel
INTENSITAS PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA ETNIS TIONGHOA DALAM PILPRES TAHUN 2019 DI KOTA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia merupakan negara yang menganut paham Demokrasi, dalam upaya untuk memilih Presiden dan wakil Presiden dilakukan pemilihan umum yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Suksesnya kegiatan pemilu sangat tergantung kepada partisipasi politik setiap warga negara. Yang di dalamnya termasuk masyarakat etnis Tionghoa, yang diwajibkan untuk ikut berpartisipasi karena statusnya merupakan bagian dari warga negara Indonesia. Adanya isu demografis dan Kecenderungan perilaku kategori pemilih pemula menjadi menarik untuk dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan utuk untuk mengetahui serta mendeskripsikan bentuk dan intensitas partisipasi politik pemilih pemula etnis Tionghoa dalam pemilihan presiden tahun 2019 di kota Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis interaktif yang dilakukan dalam beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Metode Purposive sampling. kriteria yang digunakan untuk memilih informan adalah sebagai berikut : 1) Informan merupakan etnis Tionghoa, 2) Berdomisili di kota Purwokerto, 3) Informan baru memiki dan menggunakan hak pilihnya. 4) Memiliki usia kurang lebih 17 tahun pada saat pilpres Tahun 2019 atau sudah memiliki hak pilih. Bentuk partisipasi politik sebagian besar pemilih pemula etnis Tionghoa masih berada pada kategori ringan. Informan pemilih pemula etnis Tionghoa seluruhnya menggunakan hak pilihnya, Aktivitas kampanye pada pilpres 2019 yang di ikuti oleh seluruh Informan adalah debat pilpres yang di siarkan televisi. Aktivitas contacting yang dilakukan adalah dengan mengikuti akun media soisial salah satu calon. Hanya satu Informan yang mengikuti dan tergabung dalam salah satu organisasi partai politik. Aktivitas yang tidak diikuti oleh Informan adalah petisi dan protesting. Intensitas partisipasi politik pemilih pemula etnis Tionghoa sebagian besar berada pada kategori pengamat. Hanya satu Informan yang berada pada kategori partisipan dengan bergabung menjadi anggota partai politik. Saran dalam penelitian ini hendaknya KPU Kabupaten Banyumas hendaknya segera menyusun dan melaksanakan pendidikan politik kepada pemililh pemula secara daring yang bekerjasama dengan pihak sekolah dan universitas untuk mengatasi keterbatasan aktivitas tatap muka akibat adanya pandemi COVID-19.Generasi muda etnis Tionghoa hendaknya lebih aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan di sekolah maupun universitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia is a country that adheres to democracy, in an effort to elect the President and the Vice President, general elections are held which are held every five years. The success of election activities depends very much on the political participation of every citizen. This includes the ethnic Chinese community, who are obliged to participate because their status is part of Indonesian citizenship. There are demographic issues and the tendency of the first-time voter category to be interesting to do. This research was conducted to determine and describe the form and intensity of political participation of ethnic Chinese first-time voters in the 2019 presidential election in the city of Purwokerto. The research method used in this research is descriptive qualitative, data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is an interactive analysis technique which is carried out in several steps, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The technique of determining informants in this study was using purposive sampling method. The criteria used to select informants are as follows: 1) The informant is ethnic Chinese, 2) Resides in the city of Purwokerto, 3) The new informant has and uses his / her voting rights. 4) Has an age of approximately 17 years at the time of the 2019 presidential election or already has the right to vote. The form of political participation of most of the Chinese ethnic first voters is still in the light category. All Chinese ethnic first-time voter informants used their voting rights. Campaign activities in the 2019 presidential election that were attended by all informants were the presidential election debates that were broadcast on television. Contacting activities carried out were by following the social media account of one of the candidates. Only one informant follows and is part of a political party organization. The activities that were not followed by the informants were petitions and protesting. The intensity of political participation of ethnic Chinese first-time voters is mostly in the observer category. Only one informant is in the participant category by joining as a member of a political party. Suggestions in this research should be that the KPU of Banyumas Regency should immediately prepare and implement political education for online beginner voters in collaboration with schools and universities to overcome the limitations of face-to-face activities due to the COVID-19 pandemic. Young ethnic Chinese generations should be more active in extracurricular activities. held in schools and universities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save