Home
Login.
Artikelilmiahs
30904
Update
NUR AZIZAH
NIM
Judul Artikel
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pengelolaan Sampah pada Masyarakat Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Sampah merupakan suatu permasalahan yang sangat sulit untuk ditangani, dengan aktivitas dan laju pertumbuhan penduduk yang semakin banyak mengakibatkan timbunan sampah juga mengalami peningkatan. Membuang dan mengelola sampah dengan cara semestinya perlu dilakukan demi kesehatan masyarakat. Namun, pada kenyataannya masih ada perilaku yang tidak tepat mengenai pengelolaan sampah dimana masyarakat masih membuang sampah di pekarangan rumah serta mengelola sampah dengan cara dibakar. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan sistem pengelolaan sampah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana prasarana, peran tokoh masyarakat, dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pengelolaan sampah pada Masyarakat di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga di Desa Susukan. Sampel 83 orang, yang diperoleh dengan menggunakan rumus pengujian hipotesis untuk proporsi tunggal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat (menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menyatakan ada hubungan antara variabel sikap (p value= 0,032) dan variabel peran tenaga kesehatan (p value= 0,022) dengan perilaku pengelolaan sampah di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Sedangkan variabel pengetahuan, sarana prasarana dan peran tokoh masyarakat tidak ada hubungan dengan perilaku pengelolaan sampah di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah pada Masyarakat Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Didapatkan hasil ada hubungan antara sikap dan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pengelolaan sampah, dan tidak ada hubungan antara pengetahuan, sarana prasarana dan peran tokoh masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Garbage is a problem that is very difficult to deal with, with the activity and the rate of population growth that are increasingly resulting in an increase in landfills. Disposing and managing waste properly needs to be done for the sake of public health. However, in reality there is still inappropriate behavior regarding waste management where people still throw garbage in the yard of their house and manage waste by burning it. To solve this problem, a good waste management system is needed. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, infrastructure, the role of community leaders, and the role of health workers with waste management behavior in the community in Susukan Village, Susukan District, Banjarnegara. Method: This type of research is a quantitative study with a cross sectional design. The population in this study were all family heads in Susukan Village. A sample of 83 people, obtained by using the hypothesis testing formula for a single proportion. The instrument used in this study was a questionnaire. Data analysis was performed univariate, bivariate and multivariate (using the Chi Square test with a = 0.05). Result: The results showed that there was a relationship between the attitude variable (p value = 0.032) and the role of health workers (p value = 0.022) with the behavior of waste management in Susukan Village, Susukan District, Banjarnegara. Meanwhile, the variables of knowledge, infrastructure and the role of community leaders had no relationship with waste management behavior in Susukan Village, Susukan District, Banjarnegara. Conclusion: The conclusion is based on research on factors related to waste management behavior in the Susukan Village Community, Susukan District, Banjarnegara. The results show that there is a relationship between the attitudes and roles of health workers and the behavior of waste management, and there is no relationship between knowledge, infrastructure and the role of community leaders with waste management behavior.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save