Home
Login.
Artikelilmiahs
30857
Update
JIHAN RAHMAH MUTHIAH
NIM
Judul Artikel
EFISIENSI DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI GULA SEMUT DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi pasar cukup baik. Selain dipasarkan dalam bentuk segar, pohon kelapa juga menghasilkan nira yang sangat potensial apabila dapat diolah lebih lanjut menjadi gula semut. Desa Sunyalangu merupakan salah satu desa di Kecamatan Karanglewas yang memproduksi gula semut. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan pengrajin gula semut di Desa Sunyalangu, (2) Mengetahui tingkat efisiensi pengrajin gula semut di Desa Sunyalangu, (3) Mengetahui nilai tambah pengrajin gula semut di Desa Sunyalangu. Lokasi penelitian ditentukan secara (Purposive) di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penentuan sampel yang dilakukan pada pengrajin adalah simple random sampling dengan hasil 51 sampel pengrajin. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Agroindustri gula semut di Desa Sunyalangu mengeluarkan total biaya rata-rata selama satu bulan sebesar Rp2.329.679, mendapatkan penerimaan sebesar Rp2.426.824 dan memperoleh pendapatan sebesar Rp641.998,00 serta memperoleh keuntungan sebesar Rp97.145, 2) Nilai R/C lebih dari 1 menunjukkan bahwa usaha gula semut efisien (menguntungkan). Agroindustri Gula Semut di Desa Sunyalangu sudah termasuk dalam kategori efisien, karena memiliki nilai R/C lebih besar dari 1 yaitu sebesar 1,042. Artinya input yang digunakan sudah sesuai, 3) Nilai tambah nira menjadi gula semut pada Agroindustri di Desa Sunyalangu sebesar Rp120/kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Coconut (Cocos nucifera) is an agricultural commodity that has a good market potential. Apart from being marketed in fresh form, coconut trees also produce sap which is very potential if it can be further processed into sugar. Sunyalangu Village is one of the villages in Karanglewas District which produces sugar ants. This study aims to: (1) Knowing the costs, revenues, income and profits of the sugar craftsmen in Sunyalangu Village, (2) Knowing the efficiency level of the sugar craftsmen in Sunyalangu Village, (3) Knowing the added value of the sugar craftsmen in Sunyalangu Village. The research location was determinedpurposively in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The samples that were carried out by the craftsmen were simple random sampling with the result of 51 samples of the craftsmen. The data used are primary data and secondary data. The analysis method used is cost, revenue, income, profit, efficiency and added value. The results showed: 1) Agroindustry of ant sugar in Sunyalangu Village spent an average total cost for one month of IDR 2,329,679, received an income of IDR 2,426,824 and earned an income of IDR 641,998.00 and earned a profit of IDR 97,145, 2 ) An R/C value of more than 1 indicates that the sugar business is efficient (profitable). The Ants Sugar Agroindustry in Sunyalangu Village is included in the efficient category, because it has anvalue R / C greater than 1, which is 1.042. This means that the input used is appropriate, 3) The added value of sap into ant sugar in the Agro-industry in Sunyalangu Village is IDR 120/kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save