Home
Login.
Artikelilmiahs
30790
Update
RIZKY HANDAYANI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Obesitas dengan Hasil Analisis Sperma pada Pasien Infertilitas di Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Infertilitas merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang umum terjadi. Infertilitas disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor gizi yang sering dikaitkan adalah masalah obesitas. Obesitas dapat menyebabkan gangguan spermatogenesis karena peningkatan adiposit dapat merangsang adipositokin yang mengakibatkan penurunan hormon gonadotropik (FSH dan LH) dan hormon testosteron. Salah satu pemeriksaan bagi pasangan suami istri dengan masalah infertilitas adalah pemeriksaan analisis sperma. Masalah infertilitas sering dikaitkan dengan abnormalitas pada pemeriksaan parameter sperma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan hasil analisis sperma (konsentrasi spermatozoa, morfologi spermatozoa dan motilitas spermatozoa) pada pasien infertilitas di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 62 sampel didapatkan dari data sekunder berupa rekam medis dan hasil laboratorium di RSIA Bunda Arif Purwokerto periode Januari 2019 – Agustus 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan signifikan antara analisis sperma pada kelompok pria obesitas dan pria tidak obesitas yang ditunjukkan pada hasil uji parameter konsentrasi spermatozoa (p=0,574), morfologi spermatozoa (p=0,748) dan motilitas spermatozoa (p=0,661). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan obesitas dengan hasil analisis sperma pada pasien infertilitas di Purwokerto.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Infertility is a common reproductive health disorder. Infertility is caused by many factors, one of which is nutritional factors associated with obesity. Obesity can cause spermatogenesis disorders because an increase in adipocytes can stimulate adipocytokines which result in a decrease in gonadotropic hormones (FSH and LH) and testosterone. One of the tests for married couples with infertility problems is the sperm analysis. Infertility problems are often associated with abnormalities in sperm count parameters. The aim of this study is to determine the association between obesity and sperm analysis results (spermatozoa concentration, spermatozoa morphology, and spermatozoa motility) in infertility patients in Purwokerto. This study is analytical observasional research with cross sectional design. The research of 62 was obtained from secondary data in the form of medical records at RSIA Bunda Arif Purwokerto for the period January 2019 - August 2020. The technique used a total sampling method that met the inclusion and exclusion criteria. Analysis od 62 samples show no significant association between sperm analysis in the group of obese and non-obese men as indicated by the test results for the spermatozoa concentration (p = 0.574), spermatozoa morphology (p = 0.748) and spermatozoa motility (p = 0.661). It is concluded that no association between obesity and the results of sperm analysis in infertility patients in Purwokerto.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save