Home
Login.
Artikelilmiahs
30783
Update
MIA ERLAYA SUSANTI
NIM
Judul Artikel
KAJIAN EPIDEMI PENYAKIT KARAT JAGUNG (Puccinia polysora) DI DUA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kajian epidemi penyakit karat jagung (Puccinia polysora) dilakukan di dua ketinggian yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Menilai intensitas penyakit karat pada tanaman jagung di dataran rendah dan dataran medium, 2. Menghitung kepadatan spora P. polysora siang dan malam yang tertangkap di pertanaman jagung dataran rendah dan dataran medium, dan 3. Mempelajari faktor lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan penyakit karat yang disebabkan oleh P. polysora di pertanaman jagung dataran rendah dan dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan di dataran rendah yaitu Desa Karangwangkal, Purwokerto Utara dengan ketinggian tempat 110 m di atas permukaan laut (dpl) dan di dataran medium yaitu Desa Karangsalam, Baturraden dengan ketinggian tempat 575 m dpl serta Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Unsoed. Penelitian ini menggunakan analisis regresi dan korelasi serta sidik lintas. Hasil penelitian yaitu intensitas penyakit karat dataran rendah mempunyai nilai lebih tinggi sebesar 71,86% sementara pada dataran medium sebesar 9,65%. Rata-rata laju infeksi dataran rendah sebesar 0,174 unit/hari dan dataran medium sebesar 0,125 unit/hari. Kepadatan spora tertinggi yaitu kepadatan spora siang, untuk dataran rendah yang tertinggi sebesar 108,83 cm-2 dan untuk dataran medium sebesar 1,17 cm-2. Mikro-iklim yang dominan pada lahan dataran rendah yaitu kepadatan spora siang dan kelembapan sedangkan untuk dataran medium adalah kepadatan spora malam dan kelembapan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Epidemic study of corn rust (Puccinia polysora) were carried out at two different altitudes. This study aimed to: 1. Assess the rust disease intensity on corn at lowland and mediumland, 2. Calculate spores density of P. polysora at day and night caught at lowland and mediumland in corn crops, and 3. Study environmental factors involved can affected development of the rust on corn by P. polysora at lowland and mediumland. This research was conducted at lowland namely Karangwangkal Village, North Purwokerto with an altitude of 110 m above sea level (asl) and mediumland at Karangsalam Village, Baturraden with an altitude of 575 m asl, and also the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed. Regression and correlation analysis and path analysis were used. Results showed that the disease intensity at lowland had a higher value of 71,86% while at the mediumland was 9,65%. The average infection rate at lowland was 0,174 unit/day and mediumland was 0,125 unit/day. Spore density was higher at lowland as 108,83 cm-2 and mediumland was 1,17 cm-2. The dominantly micro-climate at lowland was day spore density and humidity while mediumland was night spore density and humidity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save