Home
Login.
Artikelilmiahs
30765
Update
BRIGITA CHRISTI PETRA KARINA FEBITASARI
NIM
Judul Artikel
Hubungan antara Usia Pria dengan Hasil Analisis Sperma Pasien Infertilitas di Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Infertilitas pria yaitu setiap gangguan sistem reproduksi pria ditandai dengan adanya disfungsionalitas dalam pengeluaran semen atau abnormalitas pada pengukuran sperma dalam semen. Gaya hidup dan pekerjaan merupakan faktor risiko utama infertilitas pria. Usia pria belum memberikan pengaruh yang jelas terhadap fertilitas. Sistem reproduksi pria mengalami perubahan seiring pertambahan usia berkaitan dengan perubahan testis, jumlah dan fungsi sel Leydig dan sel Sertoli serta perubahan hormonal. Pemeriksaan awal dalam penegakan diagnosis infertilitas adalah analisis sperma menurut manual WHO meliputi konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma. Abnormalitas parameter semen dan jumlah sperma berhubungan dengan infertilitas pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia pria dengan hasil analisis sperma (konsentrasi sperma, motilitas sperma, dan morfologi sperma) pasien infertilitas di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di bagian rekam medis RSIA Bunda Arif Purwokerto. Sampel penelitian merupakan data sekunder yang berjumlah 94 sampel. Data diperoleh dari periode bulan Januari 2020 – Agustus 2020 dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan analisis Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia pria dengan hasil analisis sperma baik konsentrasi sperma (p=0,616), motilitas sperma (p=0,443), dan morfologi sperma (p=0,522). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara usia pria dengan hasil analisis sperma pasien infertilitas di Purwokerto.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Male infertility is male reproductive system disorders marked by dysfunctionality in semen production or the sperm abnormalities. The lifestyles and occupations are the major risk factors of male infertility. It is unclear whether paternal age affects fertility. The male reproductive system changes with age related to testicular changes, the number and function of Leydig cells and Sertoli cells, and hormonal changes. The early examination to diagnose infertility is sperm analysis following WHO manual, including sperm concentration, motility, and morphology. The abnormalities of semen parameters are related to male infertility. The aim of this study is to determine the association between male age and semen quality (concentration, motility, and morphology) on infertile men in Purwokerto.Cross-sectional study was conducted at the medical records department, Bunda Arif Mother and Child Hospital. The semen analysis records of 94 male partners of infertile couples period from January 2020 to Agustus 2020 were obtained by total sampling method. Samples were grouped into 4 groups according to the age. The data were analyzed with Kruskal-Wallis. Analysis of 94 samples shows no association between male age and semen quality either sperm concentration (p=0.616), sperm motility (p=0.443), and sperm morphology (p=0.522). It is concluded that male age has no association with semen quality on infertile men in Purwokerto.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save