Home
Login.
Artikelilmiahs
30409
Update
FARISA JULIA HERMAN
NIM
Judul Artikel
Dampak Implementasi Gastrodiplomacy Korea Selatan di Indonesia (Studi Kasus: Gastrodiplomacy Purwokerto Tahun 2016-2019)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian berjudul “Dampak Implementasi Gastrodiplomacy Korea Selatan di Indonesia (Studi Kasus: Gastrodiplomacy di Purwokerto 2016-2019)” bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh atau dampak dari bentuk implementasi gastrodiplomacy Korea Selatan tahun 2016 -2019 yang dilakukan di Indonesia hingga Purwokerto. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan konsep soft power dan gastrodiplomacy yang dimana konsep soft power merupakan sebuah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain dengan menggunakan daya tarik yang bersumber dari nilai, budaya serta kebijakan sedangkan gastrodiplomacy merupakan sebudah seni diplomasi yang menggunakan makanan sebagai media atau alat untuk berdiplomasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam mengumpulkan data, penulis melakukan wawancara, studi pustaka dan menggunakan data-data yang diambil dari beberapa sumber internet. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa bentuk implementasi gastrodiplomacy Korea Selatan yang dilakukan di Indonesia hingga Purwokerto sangatlah beragam baik melalui festival makanan, media sosial, restoran Korea yang memberikan pengaruh yang cukup besar dalam diplomasi kuliner Korea Selatan di Indonesia dan Purwokerto. Kata Kunci: Soft Power, Gastrodiplomacy, Korea Selatan, Indonesia, Purwokerto
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled "The Impact of Implementation of South Korean Gastrodiplomacy in Indonesia (Case Study: Gastrodiplomacy in Purwokerto 2016-2019)" aims to analyze how the effect or impact of the implementation gastrodiplomacy of South Korean in 2016-2019 was carried out in Indonesia to Purwokerto. In this study, researchers used the concept of soft power and gastrodiplomacy, where the concept of soft power is the ability to influence other parties by using attractiveness that comes from values, culture and policy, while gastrodiplomacy is as easy as the art of diplomacy that uses food as a media or tool for diplomacy. The method used in this research is descriptive qualitative method. In collecting data, the authors conducted interviews, literature studies and used data taken from several internet sources. The results of this research indicate that the forms of implementation of South Korean gastrodiplomacy carried out in Indonesia to Purwokerto are very diverse, both through food festivals, social media, Korean restaurants which have a considerable influence on South Korean culinary diplomacy in Indonesia and Purwokerto. Keywords: Soft Power, Gastrodiplomacy, South Korea, Indonesia, Purwokerto
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save