Home
Login.
Artikelilmiahs
30396
Update
MUHAMAD RIDHO SANJAYA
NIM
Judul Artikel
Pemikiran Politik Raja Ali Haji tentang Kekuasaan Tradisional Melayu dalam Pemerintahan Kerjaaan Riau-Lingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan antara lain sebagai berikut: Pertama, memahami perspektif pemikiran Raja Ali Haji tentang Kekuasaan Tradisional Melayu. Kedua, mengetahui dan memahami pemikiran Raja Ali Haji tentang kekuasaan tradisional Melayu dalam Pemerintahan kerajaan Riau-Lingga. Dilandasi oleh perspektif filsafat politik dan paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Sementara data diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data penafsiran teks secara mendalam dari Hans Georg Gadamer. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemikiran politik Raja Ali Haji tentang Kekuasaan Tradisional Melayu dalam Pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga yang bermula dari Melayu klasik, Melayu baru hingga Melayu modern dan kondisi sosial budaya di Riau-Lingga. Kekuasaan Tradisional Melayu merupakan kekuasaan pemerintah kerajaan yang berawal dari pengaruh Budha menuju Islamisasi. Dalam hal ini, kekuasaan tradisional Melayu dalam pemerintahan di Riau-Lingga. Pemerintahan Kerajaan merupakan pemerintahan monarki menuju teo-monarki di Riau-Lingga dengan tiga aspek pokoknya aspek falsafah kebudayaan dan kebahasaan, sejarah melayu dan pemerintan sebagai tempat berhukum dengan tiga aspek pokoknya, yaitu era pembaharuan menuju perubahan struktur pemerintahan dengan karakter pemerintahan dominasi Islam. Sedangkan kekuasaan Melayu adalah kekuasaan yang akan membangun sistem teo-monarki di kerajaan Riau-Lingga. Kesimpulan kekuasaan tradisional Melayu adalah teori yang berkaitan dengan struktur sosial budaya dengan mengantarkan kerajaan Riau-Lingga untuk membangun sebagai tempat berhukum.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research articles aim to include the following: First, to understand the perspective of Raja Ali Haji's thoughts on Malay Traditional Power. Second, knowing and understanding Raja Ali Haji's thoughts about traditional Malay rule in the Riau-Lingga kingdom. Based on the perspective of political philosophy and constructivism paradigm, this study uses a qualitative research method with a hermeneutic approach. Meanwhile, the data were obtained by using data analysis techniques of text interpretation in depth from Hans Georg Gadamer. The results of this study reveal that Raja Ali Haji's political thinking about Traditional Malay Power in the Riau-Lingga Kingdom Government originated from classical Malay, new Malay to modern Malay and socio-cultural conditions in Riau-Lingga. Traditional Malay power was the power of the royal government which originated from Buddhist influence towards Islamization. In this case, the traditional Malay power in governance in Riau-Lingga. Kingdom Government is a monarchical government towards theo-monarchy in Riau-Lingga with three main aspects, namely aspects of cultural and linguistic philosophy, Malay history and government as a place of law with three main aspects, namely the era of reform towards changes in the government structure with the character of the Islamic domination government. Meanwhile, the Malay power is the power that will build the theo-monarchy system in the Riau-Lingga kingdom. The conclusion of traditional Malay power is a theory related to the socio-cultural structure by leading the Riau-Lingga kingdom to build it as a legal place.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save