Home
Login.
Artikelilmiahs
30341
Update
ISTYANI FITRIA NOORZANTIKA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH METODE APLIKASI DAN KONSENTRASI PELILINAN TERHADAP SIFAT SENSORI JERUK KEPROK GARUT (Citrus nobilis var Chrysocarpa) SELAMA PENYIMPANAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jeruk keprok paling dikenal masyarakat luas di Indonesia dan memiliki nilai komersial yang tingi, salah satu jenisnya yaitu Jeruk Keprok Garut yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pada umumnya produk hortikultura seperti jeruk sangat mudah mengalami kerusakan, penurunan mutu dan mempunyai masa simpan relatif pendek akibat metabolisme pascapanennya. Hal ini dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara kualitas yang dibutuhkan konsumen dengan kualitas produk yang dipasarkan. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk memperkecil penurunan kualitas selama pemasaran dengan perlakuan pelilinan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimetal rancangan acak kelompok dengan 2 faktor yaitu metode aplikasi pelilinan dan konsentrasi lilin lebah. Metode aplikasi pelilinan terdiri dari 2 taraf yaitu metode pencelupan dan metode penyemprotan sedangkan konsentrasi lilin lebah terdiri dari 3 taraf yaitu konsentrasi lilin 6%, 9%, 12%. Jeruk tersebut disimpan pada suhu ruang (27-30°C) selama 21 hari dengan pengamatan hari ke 1, 6, 11, 16, dan 21. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah uji sensori, meliputi warna, tekstur, aroma, rasa asam, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pelilinan lilin lebah dapat mempertahankan mutu sensori jeruk keprok Garut lebih lama jika dibandingkan dengan kontrol.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tangerines are most widely known to the public in Indonesia and have high commercial value, one of them is the Garut Tangerine which is widely cultivated in Garut Regency, West Java. In general, horticultural products such as oranges are very susceptible to damage, deterioration of quality and have a relatively short shelf life due to their post-harvest metabolism. This can cause a mismatch between the quality needed by consumers and the quality of the product being marketed. Therefore, it is necessary to make efforts to minimize the decline in quality during marketing by using waxing treatment. This research used experimental research with a randomized block design with 2 factors, namely the application method of waxing and beeswax concentration. The application method of waxing consisted of 2 levels, namely the dipping method and spraying method, while the beeswax concentration consisted of 3 levels, namely the concentration of 6%, 9%, 12% with 3 repititions. The oranges were stored at room temperature (27-30°C) for 21 days with observations of days 1, 6, 11, 16, and 21. The variables observed in this research were sensory tests, including color, texture, aroma, taste (acidity level) and preference. The results showed that the application of beeswax wax can maintain the sensory quality of Garut tangerines when compared to the control.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save