Home
Login.
Artikelilmiahs
30322
Update
SOGI NUGROHO
NIM
Judul Artikel
FASIES SEDIMEN FORMASI PUCANGAN DAERAH NGEBUNG, KECAMATAN KALIJAMBE, KABUPATEN SRAGEN. JAWA TENGAH.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sangiran merupakan salah satu situs prasejarah di Pulau Jawa. Pada masa lampau Sangiran merupakan sebuah lingkungan laut yang berubah menjadi lingkungan darat dan membentuk sebuah kubah. Kubah Sangiran kemudian tererosi di bagian puncaknya. Hal tersebut menyebabkan tersingkapnya lapisan batuan sedimen yang menyimpan sejarah perubahan lingkungan yang terjadi di Sangiran pada kala itu. Penelitian kali ini mencakup tentang salah satu lapisan batuan yang terdapat di Sangiran yaitu Formasi Pucangan yang berada di Daerah Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu, mengetahui fasies dan asosiasi fasies Formasi Pucangan pada daerah penelitian, mengetahui fosil, serta lingkungan pengendapan Formasi Pucangan pada daerah penelitian. Metode yang digunakan ialah pengukuran penampang stratigrafi, pengambilan batuan conto, serta analisis batuan conto berupa analisis petrografi, dan mikropaleontologi. Geologi daerah penlitian tersusun atas satuan geomorfologi berupa perbukitan struktural dome, dengan Litologi batuan penyusunnya berupa batulempung kebiruan, batulempung hitam, batupasir sisipan tuff, dan breksi lahar. Struktur geologi yang terdapat pada daerah penilitian yaitu struktur kubah. Pada daerah penelitian ditemukan fasies batuan berupa fasies batulempung tuffaan laminasi, fasies batulempung massive, fasies batugamping moluska, fasies batupasir tuffaan, fasies batupasir massive, dan fasies batupasir laminasi. Dari keseluruhan fasies tersebut membentuk asosiasi fasies yaitu, asosiasi fasies endapan laguna. Dari hasil analisis mikropaleontologi didapatkan foraminifera planktonik dan bentonik. Foraminifera planktonik yang digunakan sebagai biodatum yaitu Neogloboquadrina dutertei dan Globorotalia truncatulinoides. Dari kedua biodatum ini maka disimpulkan bahwa umur relatif daerah penelitian adalah N21 – N22. Berdasarkan keseluruhan data yang telah dikorelasi disimpulkan bahwa Formasi Pucangan pada daerah penelitian terendapkan pada lingkungan laguna.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sangiran is one of the prehistoric sites on the island of Java. In the past, Sangiran was a marine environment which gradually turned into a land environment and then formed a dome. The Sangiran dome was eroded at its peak. This led to the exposure of the sedimentary rock layers that kept the history of environmental changes that occurred in Sangiran at that time. This research covers one of the rock layers in Sangiran, namely the Pucangan Formation in the Ngebung Area, Kalijambe District, Sragen Regency, Central Java. The objectives of this research are to know the facies and facies associations of the Pucangan Formation in the research area, to know the fossils, and the depositional environment of the Pucangan Formation in the research area. The method used is the measuring sections, sampling rock, petrographic analysis and micropaleontology. The geology of the research area is composed of geomorphological units in the form of dome structural hills, with the lithology of the constituent rocks in the form of bluish mudrock, black mudrock, tuff-inserted sandstone, and lava breccia. The geological structure contained in the research area is the dome structure. In the research area, rock facies were found in the form of laminated tuff claystone facies, massive claystone facies, mollusc limestone facies, tuff sandstone facies, massive sandstone facies, and laminated sandstone facies. From all these facies formed facies associations, namely, lagoonal deposit facies associations. From the results of micropaleontological analysis, two groups of foraminifera were obtained, planktonic and bentonic foraminifera. The planktonic foraminifera used as biodatum are Neogloboquadrina dutertei and Globorotalia truncatulinoides. From these two biodatums, it can be concluded that the relative age of the study area is N21 - N22. Meanwhile, the bentonic foraminifera are Ammonia beccarii and Elphidium Crispum. Based on all the correlated data, it is concluded that the Pucangan Formation in the study area is deposited in the lagoonal environment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save