Home
Login.
Artikelilmiahs
30290
Update
MUHAMMAD ALIF ROIS NAHDIYIN
NIM
Judul Artikel
Deteksi Molekuler Toleransi Salinitas pada Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L) Merr) Menggunakan Marka SCAR QS08064
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Budidaya tanaman kedelai menghadapi berbagai masalah teknis yang dapat mempengaruhi produktivitasnya apabila dilakukan pada lingkungan tertentu seperti tanah salin. Penggunaan varietas kedelai yang toleran terhadap salinitas merupakan solusi utama bagi masalah tersebut. Upaya untuk mendapatkan tanaman kedelai yang toleran terhadap salinitas dapat dilakukan dengan efisien apabila terdapat metode seleksi dini, yang antara lain dapat ditempuh melalui uji molekuler menggunakan marka genetik tertentu. Salah satu marka genetik yang dapat diujikan adalah marka SCAR QS08064. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara varietas kedelai yang toleran dan yang tidak toleran salinitas berdasarkan marka SCAR QS08064, mengetahui karakter fenotipik varietas tersebut pada kondisi tercekam salinitas, serta mengetahui perbedaan fenotipik antara beberapa varietas tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, dan Laboratorium Genetika Molekuler Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dari bulan Juni hingga Agustus 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dan eksploratif. Penelitian eksperimental dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yaitu enam varietas kedelai dan dua level kadar garam media tanam. Tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Sementara itu, penelitian eksploratif berupa deteksi keberadaan marka SCAR QS08064 pada varietas yang diuji dilakukan dengan teknik PCR menggunakan sepasang primer spesifik. Sekuen primer forward adalah 5’-ACGTAAGTGGTTGAAGGCGTT-3’, sedangkan sekuen primer reverse adalah 5’-GGGCAAGGGATATGAAAA-3’. Data fenotipik yang diperoleh dari studi eksperimental dianalisis dengan sidik ragam dengan tingkat kesalahan 5%, sedangkan data molekuler dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Grobogan merupakan varietas yang tahan terhadap salinitas karena memperlihatkan amplikon marka SCAR QS08064 berukuran ±383 pb, yang merupakan penanda toleransi terhadap salinitas. Hal ini didukung oleh beberapa parameter pertumbuhan dan produksi yang memperlihatkan nilai tinggi pada kondisi perlakuan kadar garam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Soybean cultivation faces various technical problems that can affect its productivity if it is grown in certain environments such as saline soils. The use of soybean varieties that are tolerant to salinity is the main solution to this problem. Efforts to get soybean plants that are tolerant of salinity can be carried out efficiently if there is an early selection method, which, among others, can be pursued through molecular testing using certain genetic markers. One of the genetic markers that can be tested is the SCAR QS08064 marker. The purpose of this study is to determine the differences between tolerant and salinity intolerant soybean varieties based on the SCAR QS08064 markers, to determine the phenotypic characters of these varieties under conditions of salinity stress, and to know the phenotypic differences among them. This research was carried out at the Glass House, Plant Physiology Laboratory, and Molecular Genetics Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University (Unsoed) from June to August 2020. The research method used was experimental and explorative. The experimental study was carried out using a randomized complete block design arranged in a factorial pattern with two factors, namely six soybean varieties and two levels of salinity of the growing medium. Each treatment combination was repeated three times so that there were 36 experimental units. Meanwhile, explorative study in the form of detection of the presence of the SCAR QS08064 marker on the tested varieties was carried out by PCR technique using a specific primer pair. The forward primary sequence was 5'-ACGTAAGTGGTTGAAGGCGTT-3 ', while the reverse primary sequence was 5'-GGGCAAGGGATGAAAA-3'. Phenotypic data obtained from experimental study were analyzed using ANOVA with an error level of 5%, while molecular data were analyzed descriptively. The results revealed that Grobogan variety was found resistant to salinity as showing a SCAR QS08064 marker amplicon of ± 383 bp. This was supported by several high values of growth and production parameters at salinity condition of treatment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save