Home
Login.
Artikelilmiahs
30247
Update
HASAN HARIRI
NIM
Judul Artikel
Induksi Pembentukan Umbi Mikro Kentang (Solanum tuberosum L.) dengan Penambahan GA3 dan Sukrosa
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang merupakan tanaman yang pada umumnya diperbanyak secara vegetatif menggunakan umbi. Ketersediaan umbi bibit yang seragam dengan mutu yang baik merupakan kendala yang dihadapi dalam budidaya kentang. Permasalahan ini dapat ditangani dengan menyediakan bibit kentang Granola dari kultur in vitro dalam bentuk umbi mikro. Induksi umbi mikro dalam kultur in vitro dilakukan dengan menggunakan media dasar Murashige and Skoog (MS) dengan penambahan GA3 dan sukrosa. Penambahan GA3 dilakukan dengan tujuan untuk memacu diferensiasi dan morfogenesis untuk menginduksi pembentukan umbi mikro, sementara sukrosa ditambahkan untuk memacu pembentukan cadangan makanan yang akan disimpan dalam umbi mikro. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) untuk mempelajari pengaruh pemberian gibberellin dan sukrosa pada pembentukan umbi mikro kentang Granola; dan (2) untuk mendapatkan konsentrasi gibberellin dan sukrosa terbaik untuk memacu pembentukan umbi mikro kentang Granola. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 (G) dengan empat taraf yaitu G1: 0 µM; G2: 10 µM; G3: 20 µM; dan G4: 30 µM. Faktor kedua adalah konsentrasi Sukrosa (S) dengan 4 taraf yaitu S1: 0 g/L; S2: 30 g/L; S3: 60 g/L; dan S4: 90 g/L. Masing-masing kombinasi perlakukan diulang tiga kali sehingga didapatkan 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan umbi mikro kentang kultivar Granola dipengaruhi oleh konsnetrasi gibberellin dan sukrosa yang digunakan. Pemberian Sukrosa sebesar 90 g/L merupakan perlakuan terbaik terbaik untuk pembentukan umbi mikro kentang kultivar Granola
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potato (S. tuberosum L.) is an important food crop in developed and developing countries and is the fourth most important food crop. Potato production in Indonesia has decreased from year to year. The in vitro propagation method is the most suitable alternative method for producing potato micro tuber. The micro shoot induction medium used in the form of MS as a base medium with 2,5 gL-1 phytagel, as well as GA3 and sucrose as treatment. GA3 addition is purposed to boost the differentiation and the morphogenesis of micro tuber induction. The purpose of using sucrose is to induct tuber formation. This research aimed to: (1) to observe the effect of several concentrations of GA3 and sucrose on the micro tuber formation, and (2) to investigate the most effective treatment in this research. This research conducted experimentally using Completely Randomize Design arranged factorial. The first factor is the concentration of GA3 (G) G1: 0 µM; G2: 10 µM; G3: 20 µM; and G4: 30 µM, and the second factor is concentration of sucrose (S) S1: 0 g/L; S2: 30 g/L; S3: 60 g/L; and S4: 90 g/L. Each treatment combination was replicated 3 times, which resulted in 48 experimental units. The result of this research showed that micro tuber formation of Granola potato inducted by the addition of gibberellin and sucrose. The addition of 90 g/L sucrose is the most effective treatment to induct micro tuber formation of Granola potato
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save