Home
Login.
Artikelilmiahs
29977
Update
MARONI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SUBLETAL METABOLIT SEKUNDER KASAR ASAL JAMUR Beauveria bassiana TERHADAP PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kopi merupakan komoditas perkebunan yang peranannya dalam perekenomian nasional sangat penting. Kontribusi kopi terhadap ekonomi nasional yaitu: sebagai sumber devisa negara, pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, pembangunan wilayah, pendorong agribisnis dan agroindustri, serta pendukung konservasi lingkungan. Budidaya kopi sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Salah satu hama kopi yang merusak biji kopi adalah Penggerek buah Kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei). Serangan PBKo dapat menurunkan mutu kopi dan penurunan produksi 20–30%. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menentukan Nilai〖 LC〗_50dan konsentrasi subletal metabolit sekunder asal jamur B.bassiana terhadap mortalitas H.hampei, 2). Mengetahui pengaruh konsentrasi subletal metabolit sekunder asal jamur B.bassiana terhadap pertumbuhan dan perkembangan serangga H.hampei. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari bulan Desember 2019 sampai dengan April 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang digunakan yaitu Uji Letal dengan rancangan acak lengkap dengan 2 perlakuan. Penelitian dilakukan dengan metabolit sekunder kerapatan 〖10〗^7 menggunakan konsentrasi 5, 10, 15 dan 20 cc/liter air atau setara dengan 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 % dan uji subletal rancangan acak lengkap dengan 2 perlakuan. Penelitian dilakukan dengan konsentrasi 1,5 % dan Kontrol. Variabel yang diamati pada uji letal adalah kematian serangga, dan pada uji subletal adalah pertumbuhan dan perkembangan serangga. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai〖 LC〗_50, yakni konsentrasi yang menyebabkan populasi mortalitas 50% H.hampei adalah 1,5%. 2) Perlakuan metabolit sekunder B.bassiana berpengaruh nyata terhadap waktu pra peneleuran, jumlah telur yang dihasilkan, ukuran imago serta total waktu dari fase pra peneluran hingga imago akan tetapi tidak berpengaruh terhadap stadia hidup lain seperti stadia larva, pupa, dan imago.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Coffee is a plantation commodity whose role in the national economy is very important. The contribution of coffee to the national economy, namely: as a source of foreign exchange, farmers' income, job creation, regional development, a driving force for agribusiness and agro-industry, as well as supporting environmental conservation. Coffee cultivation is very vulnerable to pests and diseases. One of the coffee pests that damage coffee beans is the Coffee Fruit Borer (PBKo) (Hypothenemus hampei). PBKo attacks can reduce coffee quality and decrease production by 20-30%.The purpose of this research is to: 1) Determine the value〖 LC〗_50, of and the subletal concentration of secondary metabolites originating from the fungus B.bassiana on H. hampei mortality,, 2) Knowing the effect of subletal concentration of secondary metabolites from B.bassiana fungi on the growth and development of H.hampei insects. This research was conducted for 5 months starting from December 2019 to April 2020 at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research method used was the Letal Test with a completely randomized design with 2 treatments. The research was conducted with secondary metabolites with density 〖10〗^7 using concentrations of 5, 10, 15 and 20 cc / liter of water or equivalent to 0.5; 1.0; 1.5 and 2.0% and subletal completely randomized design with 2 treatments. The research was conducted with a concentration of 1.5% and control. The variables observed in the lethal test were insect mortality, and in the subletal test were the growth and development of insects. The data obtained were analyzed using the T test. The results showed that: 1) The value of 〖 LC〗_50, namely the concentration that causes population mortality of 50% H. hampei is 1.5%. 2) The treatment of B.bassiana secondary metabolites significantly affected the pre-laying time, the number of eggs produced, the size of the imago and the total time from the pre-laying phase to the immago, but did not affect other life stages such as larval, pupa, and imago stages.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save