Home
Login.
Artikelilmiahs
29803
Update
MUTIA ARIQOH
NIM
Judul Artikel
KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS PADA REMAJA (STUDI KASUS ORANGTUA SISWA SMP NEGERI 9 PURWOKERTO)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendidikan seks bagi remaja tampak masih jarang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Di Kabupaten Banyumas sendiri, Pusat Pelayanan Terpadu dan Perlindungan Korban Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) menemukan 10 kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah 18 tahun. Data tersebut tercatat mulai dari Januari hingga April 2018. 10 kasus tersebut terdiri dari sembilan kasus pencabulan yang melalui proses litigasi, dan satu kasus yang diselesaikan secara konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran orangtua sebagai agen sosialiasi, muatan pesan & pandangan tabu dalam pendidikan seks serta konflik kepribadian antara orangtua dan anak dalam pendidikan seks. Penelitian ini menggunakan teori Pola Asuh Baumrind untuk mengetahui pola asuh yang digunakan dalam memberikan pendidikan seks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketiga pasangan suami-istri yang menjadi informan menerapkan pola asuh yang berbeda. Peran ibu sebagai agen sosialisasi cenderung lebih dominan karena anak lebih nyaman untuk bercerita kepada ibu. Muatan pesan & pandangan tabu dalam pendidikan seks disebabkan oleh belum siapnya orangtua dalam menyampaikan pesan yang terkait dengan pendidikan seks. Hambatan yang muncul pada komunikasi keluarga yaitu konflik kepribadian antara orangtua dengan anak karena orangtua ingin mengatur anak agar berperilaku tertib dan disiplin namun anak merasa dikekang sehingga terjadi konflik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sex education for adolescents still rarely gets attention among educators. In Banyumas Regency itself, the Center for Integrated Service and Protection of Victims on Gender and Children (PPT-PKBGA) found 10 cases of sexual violence against children under 18 years of age. The data was recorded from January to April 2018. The 10 cases consisted of nine cases of obscenity that went through a litigation process, and one case that was resolved through counseling. This study aims to describe the role of parents as agents of socialization, content of messages and taboo views in sex education and personality conflicts between parents and children in sex education. This study uses Baumrind's theory of parenting to determine parenting styles used in providing sex education. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that the three married couples who became informants applied different parenting styles. The role of mothers as agents of socialization tends to be more dominant because children are more comfortable telling stories to mothers. The content of messages and taboo views in sex education is caused by the unpreparedness of parents in conveying messages related to sex education. Barriers that arise in family communication are personality conflicts between parents and children because parents want to regulate children to behave in an orderly and disciplined manner, but children feel constrained so that conflicts occur
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save