Home
Login.
Artikelilmiahs
29525
Update
UNIK RARASATI
NIM
Judul Artikel
Limbah Home Industry Lanting dan Kesadaran Warga Masyarakat Terhadap Lingkungan di Lemahduwur, Kuwarasan, Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi lanting hingga menimbulkan limbah dan mengetahui serta mendeskripsikan bagaimana kesadaran warga masyarakat terhadap lingkungan akibat limbah home industry lanting di Desa Lemahduwur, Kuwarasan, Kebumen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembuatan lanting sudah cukup baik, salah satunya alat pengepres singkong yaitu digunakan untuk memisahkan kandungan air dengan serat yang terdapat pada singkong dan ini merupakan limbah cair dari proses produksi. Pemberian Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) merupakan salah satu bentuk alat pengelolaan limbah namun keberadaannya dianggap masih belum efektif karena jumlahnya yang terbatas, sedangkan jumlah home industry di Desa Lemahduwur cukup banyak. Pembuatan gorong-gorong atau penampungan menjadi pilihan bagi sebagian besar pelaku usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Saran yang diberikan untuk penelitian ini yaitu pelaku usaha, masyarakat sekitar industri serta pemerintah desa harus membangun kerjasama yang baik untuk mengatasi masalah limbah tersebut sehingga tercipta lingkungan yang sehat
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to describe the process of lanting production to cause waste and find out and describe how the awareness of the community towards the environment due to lanting home industry waste in Lemahduwur Village, Kuwarasan, Kebumen. The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the process of making lanting is quite good, one of which is the cassava pressing tool which is used to separate the water content with fiber contained in cassava and this is a liquid waste from the production process. The provision of Wastewater Management Installation (WWTP) is a form of waste management tool but its existence is considered to be ineffective due to the limited number, while the number of home industries in Lemahduwur Village is quite large. Making culverts or shelters becomes the choice for most business actors to reduce environmental pollution. Suggestions given for this research are business actors, communities around the industry and the village government must establish good cooperation to overcome the problem of waste so as to create a healthy environment
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save