Home
Login.
Artikelilmiahs
29523
Update
SULTON OKTA MAULANA
NIM
Judul Artikel
EPIDEMI PENYAKIT BLAS OLEH Pyricularia oryzae PADA PADI DATARAN RENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menilai intensitas penyakit blas, menghitung kepadatan konidium Pyricularia oryzae dan mengetahui hubungan antara faktor iklim mikro dan jumlah konidium terhadap perkembangan penyakit blas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Penelitian dilaksanakan pada pertanaman padi monokultur yang sekitarnya dikelilingi tanaman padi (lahan 1)dan pertanaman padi monokultur yang sekitarnya dikelilingi tanaman selain padi (lahan 2) di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Analisis data yang digunakan berupa regresi dan korelasi. Analisis dilanjutkan menggunakan analisis sidik lintas untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari faktor-faktor variabel bebas terhadap faktor variabel tidak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor iklim mikro mempengaruhi intesitas penyakit dan kepadatan konidium. Hubungan antara intensitas penyakit dengan iklim mikro yang dominan pada lahan 1 adalah konidium siang dan suhu, sedangkan pada lahan 2 adalah kecepatan angin dan konidium malam. Kata kunci: penyakit blas, Pyricularia oryzae, iklim mikro.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is aimed to assess the intensity of blast disease, calculate the conidium density of Pyricularia oryzae and determine the relationship between microclimate factors and the number of conidium on the development of blast disease. The research was conducted from February to March 2020. The research was carried out on monoculture rice plantations which were surrounded by rice plants (land 1) and monoculture rice plantations surrounded by plants other than rice (land 2) in Kedungbenda Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. Analysis of the data used in the form of regression and correlation. The analysis was continued using path analysis to determine the direct and indirect effect of the independent variables on the dependent variable factors. The results showed that microclimate factors influenced disease intensity and conidium density. The relationship between disease intensity and the dominant microclimate in field 1 is day conidium and temperature, whereas in field 2 is a wind velocity and night conidium.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save