Home
Login.
Artikelilmiahs
29077
Update
NANDI MAULANI NASHRUDDIN
NIM
Judul Artikel
INTERPRETASI STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DENGAN VARIASI UPWARD CONTINUATION DI KAWASAN PROSPEK PASIR BESI PESISIR BINANGUN BAGIAN UTARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian survei magnetik telah dilakukan di daerah prospek pasir besi Desa Pagubugan dan Desa Pagubugan Kulon, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap dengan posisi geografis membentang dari 109,270043° BT hingga -109,299094° BT dan -7,670453°LS hingga -7,687223°LS. Akuisisi data dilakukan pada bulan November 2019 menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T. Pengolahan data meliputi koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi bidang datar, upward continuation. Pemodelan dilakukan dengan software Geosoft Oasis Montaj. Proses upward continuation dilakukan variasi sebanyak delapan model variasi. Variasi upward continuation yang optimal terdapat pada model upward 2800 yang menunjukan grafik dan kontur yang paling halus dengan interval kontur 0,02 nT yang diolah untuk mendapatkan data anomali medan magnet lokal yang kemudian dimodelkan. Hasil pemodelan menunjukan adanya pasir besi yang berselingan dengan lempung, lanau, pasir, kerikil, dan kerakal dari formasi aluvium yang mendominasi pada kedalaman 72,13 m dengan nilai suseptibilitas 0,0097 cgs. Model benda dengan nilai suseptibilitas 0,006 cgs diinterpretasikan sebagai endapan aluvium terdiri dari pasir, lanau, tanah liat, dan kerikil yang mendominasi pada kedalaman 41,52 m. Model benda dengan nilai suseptibilitas 0,003 cgs diinterpretasikan sebagai perselingan batu pasir, batu lempung, napal, dan tuf dengan sisipan breksi dari formasi halang yang mendominasi pada kedalaman 8,69 m. Model benda dengan nilai suseptibilitas 0,0013 cgs diinterpretasikan sebagai lempung, lanau, pasir, kerikil, dan kerakal dari formasi aluvium yang mendominasi pada kedalaman 127,79 m.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Magnetic survey research has been carried out in the area of prospects for iron sand in Pagubugan Village and Pagubugan Kulon Village, Binangun District, Cilacap Regency with geographical position stretching from 109.2270043 ° East to -109.299094 ° East and -7.670453 ° South to -7, 687223 ° LS. Data acquisition was carried out in November 2019 using the GSM-19T Proton Precession Magnetometer (PPM) type. Data processing includes diurnal correction, IGRF correction, reduction to horizontal surface, upward continuation. Modeling is done by Geosoft Oasis Montaj software. The upward continuation process is carried out by a variation of eight variation models. An optimal upward continuation variations are found in the upward 2800 model which shows the most delicate graphs and contours with 0.02 nT contour intervals which are processed to obtain local anomaly magnetic field data which is then modeled. Modeling results show the presence of iron sand interspersed with clay, silt, sand, gravel, and crust from the aluvium formation which dominates at a depth of 72,13 m with a susceptibility. Other object models are interpreted to have alluvium deposits consisting of sand, silt, clay, and gravel that dominate at a depth of 41,52 m with a susceptibility value of 0,006 cgs. The object model with a susceptibility value of 0,003 cgs is interpreted as alternating sandstone, clay stone, marl, and tuff with breccias inserts from the halang formation that dominate at a depth of 8,69 m. Then there are clay, silt, sand, gravel, and crust from the alluvium formation that dominates at a depth of 127,79 m with a susceptibility value of 0,0013 cgs.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save