Home
Login.
Artikelilmiahs
28967
Update
NADA ZEIN
NIM
Judul Artikel
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PADI GOGO (Oryza sativa), JAGUNG (Zea mays) DAN KEDELAI (Glycine max) DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman padi gogo, jagung dan kedelai di Kabupaten Banyumas, dan mengetahui faktor pembatas terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman padi gogo, jagung dan kedelai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei tingkat tinjau dengan skala 1:250.000. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan analitik fisiografis yang mengelompokkan wilayah survei dalam sejumlah satuan lahan berdasarkan persamaan bentuk permukaan lahan, lereng, batuan induk, dan jenis tanah. Deliniasi batas satuan lahan dilakukan dengan overlay (tumpang susun) peta administrasi, peta kelerengan, peta jenis tanah, dan peta curah hujan dengan menggunakan aplikasi SIG. Titik pengamatan pada tiap satuan lahan ditentukan dengan pendekatan purposive random sampling, dengan memperhatikan posisi di lereng dan penggunaan lahannya. Pada setiap titik pengamatan diambil sampel tanah terganggu (disturbed soil sample) pada kedalaman 0-20 cm. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Universitas Jenderal Soedirman. Hasil analisis disajikan dalam bentuk peta kesesuaian lahan masing-masing tanaman. Kesesuaian lahan untuk tanaman padi gogo pada daerah penelitian adalah cukup sesuai (S2) dengan luas 13.333 ha atau 13,9%, sesuai marginal (S3) dengan luas 30.865 ha atau 32,2% dan tidak sesuai (N) dengan luas 51.511 ha atau 53,9%. Kesesuaian lahan untuk tanaman jagung terbagi menjadi sesuai marginal (S3) dengan luas 39.374 ha atau 41% dan tidak sesuai (N) dengan luas 56.335 ha atau 59%. Kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai yaitu sesuai marginal (S3) dengan luas 35.777 ha atau 37% dan tidak sesuai (N) dengan luas 59.932 ha atau 63%. Faktor pembatas utama untuk pengelolaan tanaman-tanaman tersebut adalah ketersediaan air, bahaya erosi, retensi hara, ketersediaan hara dan media perakaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to (1) determine the level of suitability of the actual and potential land suitability for upland rice, corn and soybean, (2) determine the limiting factors the suitability of land for upland rice, corn and soybean. The research was conducted by a survey method at a reconnaissance level scale 1:250,000. The land unit delineation was carried out using the physiographic approach by which the research area was grouped into a number of land units based on the similarities in land surfaces, slope, master stone, climate and soil type. The land unit border delineation was determined using GIS by an overlying technique of number maps (administrative, slope, soil type, and rainfall). The observation points in each land unit were determined using purposive random sampling approach by taking into account the position on slope and land use. The soil samples were taken at the depth of 0-20. The soil sample analysis was carried out at the Soil Laboratory of Jenderal Soedirman University. The results of land suitability analysis were provided in the form of actual and potential land suitability maps. Land suitability of the study area for upland rice was moderately suitable (S2) covering an area of 13,333 or 13.9%, %, marginally suitable (S3) with an area of 30,865 ha or 32.2% and not suitable (N) with an area of 51,511 ha or 53.9%. The suitability of land for maize plants was marginally suitable (S3) covering an area of 39,374 ha or 41% and not suitable (N) with an area of 56,335 ha or 59%. The land suitability for soybean plants was marginally suitable (S3) with an area of 35,777 ha or 37% and not suitable (N) with an area of 59,932 ha or 63%. The main limiting factors for the plant cultivation were water availability, danger of erosion, nutrient retention, nutrient availability and rooting media.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save